"Sekelompok pria yang sedang memonitor drone itu, diduga mereka adalah konten creator," sambungnya.
Dari hasil pantauan itu, Djangu akhirnya memutuskan turun menjauh ke tempat yang lebih aman.
"Saat sedang berjalan tiba-tiba pada pukul 7.42 terjadi dentuman disertai dengan asap hitam, percikan lahar cair, batu dan dan disertai gelombang supersonik," jelasnya.
Sempat Rekam Letusan Gunung Dukono
Djangu saat itu mengaku sempat mengambil momen letusan Gunung Dukono hingga akhirnya tersebar dan viral di media sosial.
"Moment itu kami abadikan sambil memperhatikan arah angin dan material vulkanik," terangnya.
"Dalam pikiran saya, mereka yang baru saja tiba di bibir kawah mungkin tidak ada yang selamat, namun kuasa Tuhan itu berlaku, terdengar kabar dari anak saya bahwa banyak yang selamat," imbuh Djangu.
Atas peristiwa tersebut, Djangu mengingatkan terhadap para pendaki agar jangan mengambil keputusan sebelum melakukan pengamatan yang matang.
"Gunung api itu berbahaya, tetap waspada," tutupnya.***