peristiwa

Peringatan Nuzulul Qur'an, PUI Ajak Umat Perkuat Dakwah dan Peran Santri

Jumat, 13 Maret 2026 | 20:30 WIB
Peringatan Nuzulul Qur'an, PUI Ajak Umat Perkuat Dakwah dan Peran Santri.

SUKABUMI, RIAUSATU.COM – Suasana hangat terasa di Gedung Dakwah dan Islamic Center, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis malam, 12 Maret 2026.

Lantunan ayat suci Al-Qur'an bergema saat para jamaah menuntaskan khataman Al-Qur'an dalam rangka memperingati Nuzulul Qur'an 1447 Hijriah yang digelar Persatuan Ummat Islam (PUI).

Malam itu bukan sekadar peringatan seremonial.

Bagi para peserta yang hadir, Nuzulul Qur'an menjadi pengingat tentang peristiwa besar ketika wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad SAW, peristiwa yang menandai lahirnya peradaban Islam yang menjunjung tinggi ilmu, akhlak, kebenaran, dan keadilan.

Ramadan sendiri disebut dalam Al-Qur'an sebagai bulan turunnya kitab suci tersebut.

“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia serta penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil.” (QS. Al-Baqarah: 185)

Penasihat DPP PUI, Prof. Dr. KH. Achmad Tjachja Nugraha, mengingatkan bahwa peringatan Nuzulul Qur'an seharusnya menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, bukan hanya dengan membacanya, tetapi juga menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, Al-Qur'an tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga memberi arah bagi kehidupan sosial, pendidikan, hingga pembangunan peradaban.

“Al-Qur'an adalah sumber nilai dan inspirasi bagi umat Islam untuk membangun kehidupan yang beradab, berilmu, dan menjunjung kebenaran serta keadilan,” kata Achmad Tjachja.

Ia menambahkan, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW juga menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dalam Islam.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.” (QS. Al-‘Alaq: 1)

Ayat tersebut, menurut dia, menjadi fondasi bahwa Islam sejak awal mendorong umatnya untuk membaca, belajar, dan membangun peradaban berbasis ilmu.

Peran Santri Menjaga Moral Bangsa

Ketua Umum DPP PUI H. Raizal Arifin mengatakan, di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, organisasi Islam dituntut mampu beradaptasi tanpa kehilangan pijakan nilai-nilai Al-Qur'an.

Karena itu, PUI berupaya terus hadir di tengah masyarakat melalui pendidikan, dakwah, serta pembinaan generasi muda.

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB