PALEMBAYAN, RIAUSATU.COM - Sore itu, Kamis (27/11), hujan turun terus menerus hampir sepekan, kadang mengucur deras, kadang reda dan teduh, tapi awan menggulung gulung membuat langit gelap, bergelombang pula angin bertiup kencang, udara dingin munusuk tulang.
Tiba-tiba terdengar suara bergemuruh kencang. Satu keluarga yakni, Katik (45) dan isterinya Mur (45) dan seorang anaknya di Kayu Pasak nagari Silareh Aia kecamatan Palembayan Agam, kecut ketakutan.
Mur kemudian mendekap anaknya yang berusia 5 tahun. Suara gemuruh makin kuat, “Rasa akan kiamat dunia ini”, kata Mur sebagaimana yang dikisahkan kakaknya Metrizal (61) kepada media ini Sabtu (29/11).
Mur dan kekuarga kata Metrizal ketika itu pasrah saja karena tak tahu mau selamatkan diri dengan cara apa, terbayang oleh mereka kematian, inilah saat saat akhir hidup, dia mengucapkan kata kata Laa ilaahaillah, Allahu Akbar ber ulang kali.
Di luar rumah mereka menyaksikan gelompang lumpur warna kuning bergulung gulung kencang, sebagian diantara gulungan lumpur itu melamun rumahnya.
Rumah keluarga Mur adalah rumah batu permanen di Sawah Laweh di Pinggir jalan Kayu Pasak yang menghubungkan Palembayan dengan Selareh Air Kecamatan Palembayan.
Di lamun gelombang lumpur bercampur kayu dan batu, rumah mereka berguncang, dalam hitungan detik bangunan itu rarak ditelan gulungan air lumpur.
Merasa dihanyutkan entah kemana Mur mendapat pegangan kayu, terasa tenang dan nyaman, dia terpisah dengan anak dan suaminya.
Tak dia ketahui entah berapa lama, entah hanyut kemana dalam keadaan masih sadar, tiba tiba Mur diselamatkan penduduk lainnya.
“Baru sadar malam sudah larut, pukul 12 malam (0,00 Wib) ada warga yang menyelamatkan saya” cerita Mur kepada Metrizal. Lokasi ditemukan Mur sekitar 500 meter dari rumahnya.
Besok pagi nya (28/11) warga yang selamat saling mencari keluarga masing masing juga membantu siapa korban yang perlu diselamatkan.
"Tapi suami Mur, Katik, yang ditemukan di tempat lain dalam kaki patah, kini dirawat di Rumah Sakik Jambak di Pasaman” kata Metrizal, dilansir topsatu.com.
Sedangkan anaknya ditemukan selamat di pasar Kayu Pasak, jarak 1 kilo lebih dari rumahnya di Sawah Laweh.
Walau pun Mur selamat, namun 3 orang lagi anggota mertua, adik dan saudara lainya masih belum ditemukan.
"Walaupun belum ada infromasi yang pasti, dikabarkan untuk warga Kayu Pasak masih dicari sebanyak 150 orang lagi” kata Metrizal.
Data dari Diskominfo Agam, warga yang mafat sementara tercatat 74 orang. Sedangkan yang hilang informasinya bergalau, ada yang menulis 68 orang, 300 orang bahkan ada pula yang menyebut 2000 orang.
“Tapi di Kayu Pasak saya dengar masih dicari 150 orang lagi” ujar Metrizal.***