peristiwa

Dua Dirut Pertamina Batal Temui Keluarga Korban Rig AU-17, CERI: Di Mana Empati dan Akuntabilitas

Kamis, 27 November 2025 | 10:48 WIB
Yusri Usman.

Sebelum pembatalan kunjungan, dua direktur utama Pertamina sempat turun langsung meninjau lokasi kejadian dan memimpin kegiatan Safety Stand Down di area operasi.

Sikap Resmi Perusahaan

Corporate Secretary PHR, Eviyanti Rofraida, membenarkan adanya insiden tersebut.

Ia menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pekerja dari perusahaan mitra.

“PHR turut berbelasungkawa atas berpulangnya pegawai mitra kerja di Duri. Investigasi mendalam sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan,” ujar Eviyanti dalam keterangan tertulis.

PHR juga menghentikan sementara aktivitas operasi di rig AU-17 untuk memastikan keamanan pegawai dan kontraktor 

“Keselamatan pekerja merupakan prioritas utama dalam aktivitas operasional PHR,” ujarnya.

Pentingnya Budaya Keselamatan

Insiden di rig AU-17 kembali mengingatkan pentingnya penerapan disiplin keselamatan kerja (safety compliance) di sektor migas, yang termasuk industri dengan tingkat risiko kecelakaan tertinggi di Indonesia.

Organisasi pekerja dan pemerhati energi menilai kecelakaan fatal di lapangan migas harus ditindaklanjuti secara transparan dan tuntas.

CERI meminta investigasi kecelakaan tidak berhenti pada laporan internal perusahaan.

“Keluarga korban dan publik berhak mengetahui penyebab kecelakaan, bukan sekadar menerima ucapan duka,” ujar Yusri.

Ke depan, CERI berharap manajemen Pertamina memberi perhatian lebih serius terhadap budaya keselamatan, termasuk memastikan pekerja mitra memperoleh perlindungan yang setara dengan pekerja organik. ***

Halaman:

Tags

Terkini

BMKG: Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau

Selasa, 26 Mei 2026 | 11:05 WIB