Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah AI Lazzie, teknologi yang dapat menganalisis perilaku konsumen, memberikan panduan bagi penjual, hingga menyusun strategi berbasis data untuk meningkatkan performa toko.
“AI bukan lagi sekadar alat, tetapi mitra yang membentuk masa depan industri ritel digital,” tulis Lazada.
Dengan dukungan teknologi cerdas, Lazada berupaya membangun ekosistem e-commerce yang lebih personal, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi merek lokal di pasar nasional maupun global.
Dorong Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Daerah
Kolaborasi Lazada dan PWI ini tidak hanya tentang lomba menulis, tetapi juga bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Di berbagai daerah, platform digital seperti Lazada telah membantu UMKM memperluas pasar tanpa batas geografis dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal.
“Pemberdayaan ekonomi lokal melalui digitalisasi adalah kunci pemerataan ekonomi di era modern,” ujar Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang, didampingi perwakilan PWI Sumatera Utara, Austin Tumengkol, Kamis, 30 Oktober 2025.
“Kami berharap karya para wartawan mampu menyoroti kisah inspiratif tentang inovasi dan keberanian pelaku UMKM dalam bertransformasi digital,” tambahnya.
Melalui kompetisi ini, PWI dan Lazada mengajak wartawan tidak hanya melaporkan fakta, tetapi juga menggali kisah di balik data—tentang perubahan perilaku konsumen, tantangan usaha kecil, hingga peluang baru di era digitalisasi ekonomi.
Syarat dan Hadiah Lomba
Kompetisi terbuka bagi wartawan aktif media cetak maupun daring.
Artikel harus orisinal, dipublikasikan antara 3–28 November 2025, dan menyertakan unsur Lazada atau kanalnya seperti LazMall, AI Lazzie, LazAffiliate, atau Pesan+.
Karya yang disertai foto atau ilustrasi akan memperoleh poin tambahan.
Pemenang utama akan memperoleh hadiah Rp8,5 juta, diikuti Rp7 juta untuk juara II, Rp6 juta untuk juara III, serta tiga juara harapan masing-masing Rp2 juta.
Semua pemenang juga akan mendapatkan e-sertifikat resmi dari Lazada Indonesia.