Di akhir sambutan, Suharti membacakan puisi karya sendiri berjudul Manusia.
Sementara Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E. Aminuddin Aziz yang sudah mengemban tugas selama 4 tahun 2 bulan menjelaskan diperlukan waktu sekitar dua tahun mendiskusikan masalah banpem ini.
Pada acara pembukaan, tampil empat sastrawan penerima penghargaan lebih 50 tahun membacakan puisi yakni Presiden Penyair Sutardji Calzoum, KH. D. Zawawi Imron, LK. Ara, Mustofa W. Hasyim dan Putu Wijaya.
Usai acara, sastrawan Kunni Masrohanti, S.Ag didampingi Muhammad De Putra, S.Antropologi mengungkapkan rasa bangganya atas banpem komunitas yang diraih komunitas Rumah Sunting tahun ini.
"Ke depan, kita berharap semakin banyak sastrawan Riau yang mendapatkan penghargaan sastran ini. Tentu, dukungan dokumen sangat menentukan keterpilihannya nanti. Kita perlu mengingatkan para sastrawan senior tersebut agar dapat ambil bagian dan meraih penghargaan," kata Ketua Penyair Perempuan Indonesia ini.
Sementara, seperti rilis yang diterima riausatu.com, Hj. Tutin Apriyani, SE, istri sastrawan Fakhrunnas mengungkapkan rasa bahagianya atas penghargaan ini.
Sebab, masa pengabdian dan berkarya para sastrawan yang cukup panjang mendapat penilaian dari pihak pemerintah. Hal ini diharapkan memberikan motivasi bagi para sastrawan gnerasi sesudahnya untuk terus berkarya. ***