PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Muhammad Ali, kuasa PT Boriandy Putra, kontraktor pelaksana Pembangunan Riau Creative Hub (RCH), mengatakan siap diperiksa terkait robohnya pagar proyek yang berlokasi di Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru, Ahad (5/11/2023) malam.
"Kami sudah kerjakan pembangunan pagar gedung Riau Creative Hub sesuai spek, sesuai arahan pihak MK (Manajemen Konstruksi) dan Dinas PUPR Riau," ujar Muhammad Ali ketika dihubungi media siber ini melalui percakapan WhatsApp, Senin (6/11/2023) pagi.
Dia menolak robohnya pagar pembangunan gedung RCH yang menelan anggaran Rp26.656.006.273,83 itu disebabkan tidak sesuai spek, tapi lebih disebabkan faktor alam atau banjir.
Menjawab pertanyaan, apa Anda siap diperiksa aparat penegak hukum sebagai bentuk pertanggungjawaban robohnya pagar RCH? "Saya siap diperiksa," jawab Muhammad Ali.
Seperti diketahui, pagar sepanjang 25 meter pada proyek Pembangunan Riau Crative Hub yang lagi dikerjakan PT Boriandy Putra, beralamatkan Gd Perkantoran SELMIS Lt.II Blok II/8 Jl. Asem Baris Raya No 52 RT 001/RW 005 Tebet, Jakarta Selatan (Kota), roboh akibat diguyur hujan deras.
Pagar yang mengelilingi RCH dan terbuat dari cor beton dan besi hollow itu, terlihat dari sisi kiri roboh ke arah jalan. Kemarin siang, pagar yang roboh langsung dibereskan dan ditutup pagar seng oleh pihak kontraktor, PT Boriandy Putra.
Terpisah, Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Provinsi Riau, Thomas Larfo Dimeira, ST, MM, membenarkan pagar Pembangunan RCH roboh.
"Hujan dengan curah sangat lebat dan durasi singkat mengakibatkan luapan air dari drainase Arifin Ahmad masuk ke Jalan Bakti. Lalu air masuk ke kawasan RCH melalui akses jalan masuk yang elevasinya lebih rendah karena masih proses pembangunan," kata Thomas.
Akibat topografi dari Jalan Bakti menuju ke Jalan Karya Bakti miring, seperti dilansir detiksumut, air membentuk alur menghantam dan menggerus dinding. Termasuk pondasi pagar pada sudut Jalan Karyabakti.
"Yang mana titik tersebut masih dalam proses penimbunan. Akibat gerusan dan hantaman air dari Jalah Bakti itu lah mengakibatkan pagar tumbang ke arah Jalan Karya Bakti. Panjang pagar roboh sekitar 25 meter," kata Thomas.
Thomas memastikan pagar di proyek RCH tersebut masih jadi tanggungjawab pihak kontraktor. Di mana nilai keseluruhan dari proyek tersebut mencapai Rp38,3 miliar.
"Pelaksana bertanggungjawab selesaikan. Kita sudah instruksikan untuk langsung dikerjakan," pungkas Thomas. ***