Penyebab Wafatnya Karumga Febrie Adriansyah Kian Rumit, TKP Kini Diklaim Telah Rusak

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Selasa, 28 Juli 2026 | 08:19 WIB
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus kematian penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang diduga ada kejanggalan. (f: Instagram.com/@undercover.id)
Menyoroti fakta terkini ihwal kasus kematian penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah yang diduga ada kejanggalan. (f: Instagram.com/@undercover.id)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM -Sebagian publik di media sosial, sempat dihebohkan dengan kejanggalan kasus kematian yang dialami kepala rumah tangga (Karumga) atau penjaga rumah milik eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyelidiki kematian pria bernama Sutrimo yang belakangan dikaitkan dalam pesan berantai sebagai Karumga milik Febrie Adriansyah yang kini menjadi tersangka kasus korupsi.

Terkini, upaya polisi mengungkap penyebab kematian Sutrimo diketahui masih menghadapi kendala.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah menyatakan, fokus penyidik saat ini masih diarahkan untuk mengumpulkan seluruh bukti yang ada di sekitar lokasi penemuan korban.

Salah satu hambatan terbesar adalah kondisi tempat kejadian perkara (TKP) yang disebut sudah tidak lagi steril alias rusak, saat penyidik mulai melakukan pendalaman.

Polisi: TKP Rusak usai Warga Berlalu Lalang

Iskandarsyah mengungkap, aktivitas warga yang keluar masuk lokasi selama beberapa hari terakhir, membuat penyidik kehilangan kondisi awal TKP yang dibutuhkan untuk proses penyelidikan.

"Infonya TKP kan sudah berapa hari ini rusak, itu jadi kendalanya," kata Iskandarsyah dalam keterangannya, pada Senin, 27 Juli 2026.

"Pasti orang sudah berlalu lalang di situ kan dari hari Kamis," bebernya.

CCTV dan Data Medis Korban Masih Ditelusuri

Iskandarsyah memastikan, proses penyelidikan kasus kematian yang dialami Karumga Febrie Adriansyah tersebut terus berjalan.

Terlebih, penyidik kini mengandalkan sejumlah petunjuk lain, mulai dari rekaman kamera pengawas (CCTV), keterangan para saksi, hingga data medis korban.

Tak hanya mengolah lokasi kejadian, penyidik juga disebut mulai menelusuri data pendukung dari rumah sakit (RS) untuk melengkapi rangkaian fakta yang sedang dikumpulkan.

"Habis itu kita olah TKP, sementara masih kita bersurat ke pihak rumah sakit minta data-datanya," ungkap Iskandarsyah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

Hujan Masih Berpotensi Mengguyur Riau Hari Ini

Selasa, 28 Juli 2026 | 08:52 WIB
X