Tinggi, Resiko Karhutla Melanda Sumatera Sepekan ke Depan

photo author
Evi Endri, Riau Satu
- Rabu, 8 Juli 2026 | 22:46 WIB
Ilustrasi Karhutla. (f: Ist)
Ilustrasi Karhutla. (f: Ist)

Ferdian menjelaskan karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman karena bara api dapat terus menyala di bawah permukaan meskipun kobaran api di atas tanah terlihat sudah mengecil.

"Pemadaman di lahan gambut membutuhkan waktu lebih lama karena api tidak hanya berada di permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah. Oleh sebab itu, petugas akan terus melakukan pendinginan dan memastikan tidak ada bara yang berpotensi memunculkan api kembali," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun melakukan aktivitas yang dapat memicu munculnya api selama kondisi cuaca mendukung terjadinya kebakaran.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan melakukan pembakaran lahan, jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan apabila melihat adanya titik api. Pencegahan jauh lebih efektif daripada melakukan pemadaman setelah kebakaran terjadi," tegas Ferdian.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Evi Endri

Tags

Rekomendasi

Terkini

X