Komitmen dalam Pencegahan dan Penanggulangan HIV/AIDS, Wagubri Berikan Penghargaan ke Pemkab Bengkalis

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Jumat, 18 November 2022 | 10:42 WIB
Wabup Bengkalis Bagus Santoso saat menerima piagam penghargaan yang di serahkan langsung oleh Ketua Pelaksana KPA Riau Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution. (ft: hms)
Wabup Bengkalis Bagus Santoso saat menerima piagam penghargaan yang di serahkan langsung oleh Ketua Pelaksana KPA Riau Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution. (ft: hms)

 

 

 

 

 

 

 

BENGKALIS, RIAUSATU.COM - Bupati Bengkalis, Kasmarni Amril melalui Ketua Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Wabup Bagus Santoso menerima piagam penghargaan yang di serahkan langsung oleh Ketua Pelaksana KPA Riau Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution pada acara rapat koordinasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) se-Provinsi Riau yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Pekanbaru pada Kamis (17/11/2022).

Pada acara Rakor itu, Wabub Bagus Santoso sebagai ketua Pelaksana KPA Kabupaten Bengkalis dan Kepala Dinas Kesehatan diwakili Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Irawadi mendapatkan piagam penghargaan atas kontribusi aktif dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Di kesempatan tersebut, Bagus Santoso mengucapkan terima kasih kepada semua stakeholder di Kabupaten Bengkalis atas kerja sama dan keseriusan untuk kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Bengkalis, Riau.

"Kepada Wagub Edy Natar Nasution saya ucapkan terima kasih atas penghargaan ini, Insya Allah menambah vitamin motivasi. Terima kasih juga kepada tenaga kesehatan di puskesmas, rumah sakit, jajaran pengurus dan kader KPA yang terlibat secara langsung dalam kerja nyata penanggulangan HIV dan AIDS di Kabupaten Bengkalis," ucap Bagus.

Dijelaskan Bagus, menanggulangi AIDS perlu sinergitas antara provinsi dan daerah agar program ini terus dan berkesinambungan. AIDS adalah penyakit yang belum ditemukan obatnya. Kendati demikian menjadi kewajiban kita semua menjelaskan agar masyarakat paham cara mencegahnya.

“Mereka menderita akibat perbuatannya, tapi kita tidak boleh menstigma apalagi mendiskriminasi. Kita rangkul mereka supaya sadar dan tak menularkannya," kata Bagus yang dikenal sangat konsen menangani HIV/AIDS .

Bagus Santoso mengatakan kasus penyakit AIDS/ HIV di Kabupaten Bengkalis berada pada urutan kedua besar setelah Kota Pekanbaru. Mirisnya terbaru ditemukan dari kalangan pelajar, mahasiswa dan PNS.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X