Waspadai DBD, Diskes Pekanbaru Himbau Anak Bergejala Demam Diperiksa ke Faskes

photo author
Daud Mahmud, Riau Satu
- Kamis, 20 Oktober 2022 | 10:47 WIB
Nyamuk demam berdarah (DBD) (ft: int)
Nyamuk demam berdarah (DBD) (ft: int)

 

 

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU COM - Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Riau, menghimbau kepada orang tua yang anaknya mengalami penyakit tersebut agar dilakukan pemeriksaan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.

Hal itu disampaikan Kadiskes Pekanbaru dr. Zaini Rizaldy Saragih, bertujuan mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kini mengalami peningkatan kasus.

"Jadi kepada orang tua, jika ada anaknya yang bergejala agar segera diperiksa ke puskesmas, klinik, maupun rumah sakit," kata dr Zaini, Rabu (19/10/2022).

Di samping itu, dr Zaini juga menghimbau warga lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan cara menerapkan 3M Plus yakni menguras dan membersihkan, menutup tempat-tempat penyimpanan, serta mengubur barang bekas atau mungkin menjadi tempat berkembang biak nyamuk aedes aegypti penyebab demam berdarah.

"Karena penyakit DBD ini, itukan penyakit menular yang ditularkan oleh nyamuk. Jadi menjaga kebersihan lingkungan sangat diperlukan," ujarnya.

Menurut dia, masalah penanganan DBD tidak hanya menjadi urusan pemerintah. Akan tetapi juga diperlukan kerjasama semua pihak salah satunya dengan turut serta menjaga kebersihan lingkungan.

"Masalah DBD ini tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah saja, tetapi harus melibatkan kepedulian dari masyarakat, bagaimana menjaga lingkungan agar sampai ada tempat perkembangbiakan nyamuk," tutupnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, hingga pertengahan Oktober 2022 tercatat sebanyak 715 kasus DBD yang mana dua penderita meninggal dunia.

Dari 715 kasus itu, untuk penderita DBD tertinggi ada di Kecamatan Marpoyan Damai sebanyak 108 orang, disusul Tuah Madani 89 orang dan Payung Sekaki 87 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Daud Mahmud

Tags

Rekomendasi

Terkini

X