Sosok Serka Widi yang Selalu Siap Laksanakan Tugas

photo author
Administrator, Riau Satu
- Kamis, 19 September 2019 | 20:49 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Prajurit TNI bekerja mengabdi kepada bangsa dan negara untuk rakyat.

Di lapangan, seperti penanganan masalah pemadaman Kebakaran Lahan atau Hutan, mereka berjibaku melakukan pemadaman api.

Terkadang mereka tidur atau makan di lokasi dalam pelaksanaan tugasnya. Terkadang juga mereka rela meninggalkan sementara isteri dan keluarga di rumah demi tugas negara.

Seperti halnya Babinsa Tirta Siak Serka Widi, tugasnya sebagai Babinsa cukup banyak, namun itu tetap ditekuninya dengan ikhlas.

"Ya kalau kita bekerja itu tidak ikhlas, maka lelah yang kita dapatkan. Tapi kalau bekerja dengan ikhlas, kita senang, kewajiban tugas kita sudah selesai untuk sementara," kata Serka Widi kepada riausatu.com, Kamis (19/9/2019).

Bagi ia, TNI abdi masyarakat, bukan masyarakat abdi TNI.

"Karena rakyat, TNI ada. Bersama rakyat TNI Kuat. Karena kami dari rakyat nantinya akan kembali ke rakyat. TNI diciptakan bukan untuk menjadi orang kaya, tetapi untuk melindungi rakyat. Kalau mau jadi orang kaya ya jadi pengusaha," kata Serka Widi.

Mengenai tugasnya sebagai prajurit TNI, Widi mengakui harus siap 24 jam menerima perintah komandannya.

"Kadang kita dapat perintah malam hari seperti ada kejadian karlahan, kita harus langsung turun. Kadang kita baru saja sampai rumah, lalu mau makan sesuap, ada kabar Karlahan, kita harus langsung terjun ke lapangan, ngebut di jalan. Kalau tugas operasional seeti di Aceh, Papua, Ambon itu sekali setahun pulang ke rumah," ceritanya.

Widi menceritakan, pemadaman kebakaran lahan di lokasi itu tidak semudah yang dibayangkan.

"Pemadaman api karlahan itu, kalau tidak bisa menggunakan ranting, jangan coba-coba. Dalam tugas ini, kita ada dibagi dua kelompok. Kelompok 3 dan 4. Kalau kurang tenaga kita telepon yang siaga di koramil ataupun kodim. Kalau misalnya 1 titik lokasi karlahan, bisa turun kita 2 kelompok tapi kalau ada 2 titik, maka tim kita bagi dua," kata Serka Widi.

Selain itu, sambungnya, tugas di lapangan itu banyak suka dan duka bergabung dengan teman-teman seperti dari Polri.

"Kadang kita padamkan api di lokasi itu, jalannya susah, sinyal HP susah, ada juga ketemu ular melintas di semak-semak," terangnya.

Widi berharap, dalam pelaksanaan tugasnya permasalahan pemadaman karhutla bisa dibantu mesin air kecil.

"Karena kalau ada mesin air kecil, mudah dibawa dan cepat kita lakukan pemadaman. Kalau menunggu pihak Damkar, kadang lama datangnya," pungkasnya.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X