Banjir dan Jalan Rusak jadi Perhatian Pemkab Kampar

photo author
Administrator, Riau Satu
- Rabu, 30 Januari 2019 | 09:18 WIB

KAMPAR,RIAUSATU.COM-Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Kampar, Drs Yusri MSi, Selasa (29/1/2019) menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Kesehatan berupa Pengobatan Gratis, Donor Darah, Sunatan Massal, berlokasi di Desa Lubuk Siam, Kecamatan Siak Hulu, Kampar.

Dalam kesempatan itu, kepada riausatu.com, Sekda Yusri mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT Kabupaten ke-69.

"Kita ingin Kabupaten Kampar dalam Hari Jadinya dirasakan seluruh pelosok masyarakat. Maka, mulai tahun sekarang, kita senantiasa memberikan fasilitas secara langsung ke masyarakat, baik itu fasilitas kesehatan maupun fasilitas infrastruktur," kata Yusri.

Jadi, sambungnya, sebenarnya tidak saja kita memberikan bantuan hari ini, tapi menampung aspirasi sebenarnya apa yang dibutuhkan masyarakat tempatan.

Diuraikannya, tadi ada beberapa hal yang kita tampung seperti meminta Turap. Jadi selama ini mungkin mereka berpikir, turap ini dana dari kabupaten, bukan. Turap itu diurus Kementerian. Jadi masyarakat harus tahu. Kemudian ada diusulkan jalan, rumah singgah kalau banjir. 

"Kalau dulu sekali 2 minggu banjir, sekarang mungkin sekali 6 bulan, atau malah dalam setahun tidak ada banjir, maka masyarakat sudah terlanjur rumahnya direndahkan, modern seperti di kota, salah konsep kita jadinya," sebutnya.

Kedepan, imbau Yusri, siapapun yang membangun rumah kita harapkan bangun rumah panggung.

"Mungkin 2 meter atau 1 meter setengah, jadi banjir pun sepanjang tahun pun tidak apa-apa. Karena ini bisa kita jadikan desa binaan wisata. Bisa mungkin rumahnya jangan pakai seng, jangan pakai multiroof, tapi cukup dengan atap rumbia mungkin didesain menjadi bagus, itu bisa," terangnya.

Dalam rangkaian kegiatan HUT ini, Yusri berharap masyarakat bisa merasakan apa yang dilakukan dalam kegiatan tersebut seperti salah satunya kegiatan Baksos ini.

Disinggung mengenai beberapa infrastruktur jalan di Kabupaten Kampar ada yang rusak, Sekda Kampar mengakui bahwa di Kampar pembangunan jalannya tidak pas menggunakan aspal.

"Karena kalau aspal itu terendam 1 minggu, diinjak mobil bawa sawit, langsung keriting habis. Mungkin disini perlu kedepannya rijitlah. Kalau rijit kan dari semen sudah ada unsur besi, jadi kuat ketahanannya. Jadi kalau untuk Lubuk Siam, tak kan mungkin kita buat aspal, karena kalau ditimpa banjir aspal hilang," sebutnya.

Sementara itu, Camat Siakhulu, Fajri kepada riausatu.com mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat banyak manfaatnya bagi masyarakat Siakhulu.

Mengenai banjir di wilayah Siakhulu, Camat berharap Pemerintah Kabupaten bisa segera merealisasi Rumah Singgah bagi warga yang rumahnya terdampak banjir.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X