Triwulan IV 2017, Pertumbuhan Produksi Industri Riau Alami Kenaikan

photo author
Administrator, Riau Satu
- Kamis, 1 Februari 2018 | 14:43 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Pada Triwulan IV 2017, pertumbuhan produksi industri Provinsi Riau mengalami kenaikan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Ir Aden Gultom, Kamis siang (1/2/2018) menjelaskan, Industri Manufaktur Besar dan Sedang (IBS) triwulan IV 2017 naik sebesar 5,17 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri barang galian bukan logam naik 14,68 persen, diikuti dengan industri karet, barang dari karet dan plastik, naik 7,14 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV 2017 naik sebesar 6,52 persen (q-to-q) terhadap triwulan III 2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri karet, barang dari karet dan plastik, naik 9,98 persen, diikuti dengan industri barang galian bukan logam naik 6,81 persen.

Sedangkan di tingkat nasional, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV 2017 naik sebesar 5,15 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri makanan naik 15,28 persen, diikuti dengan industri alat angkutan lainnya naik 14,44 persen. Sementara untuk pertumbuhan q-to-q pada level nasional, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang triwulan IV 2017 turun 0,59 persen. Industri yang mengalami penurunan produksi tertinggi adalah industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia turun 14,85 persen, diikuti dengan industri komputer, barang elektronik dan optik turun 7,87 persen.

Jenis-jenis industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi (y-on-y) positf pada triwulan IV 2017 terhadap triwulan IV 2016 adalah industri Barang Galian Bukan Logam naik 14,68 persen dan Industri karet, barang dari karet dan plastik naik 7,14 persen. Sedangkan pada level nasional, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang pada triwulan IV 2017 (y-on-y) mengalami kenaikan sebesar 5,15 persen terhadap triwulan IV 2016.

Dijelaskannya lagi, jenis-jenis industri manufaktur yang mengalami pertumbuhan produksi (y-on-y) positif pada triwulan IV 2017 terhadap triwulan IV 2016 adalah industri makanan naik 15,28 persen dan Industri alat angkutan lainnya naik 14,44 persen.

INDUSTRI MIKRO DAN KECIL

Untuk Industri Mikro dan Kecil, sambungnya, Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV 2017 naik sebesar 9,50 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV 2016. Kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pengolahan lainnya naik 93,68 persen.

Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furniture) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya turun 39,72 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV 2017 turun sebesar 3,15 persen (q-to-q) terhadap triwulan III 2017. Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri pengolahan lainnya, naik 14,94 persen. Sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah Industri kayu, barang dari kayu dan gabus (tdak termasuk furniture) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya turun 24,67 persen.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV 2017 (y-on-y) pada tingkat nasional naik 4,59 persen. Sedangkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV 2017 (q-to-q) turun -0,21 persen.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X