PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Tim Pelayanan Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Republik Indonesia, Kamis (23/11/2017) mengunjungi Polresta Pekanbaru.
Kedatangan tim tersebut yakni Agusdin Muttakin dan Citra Adibert Sagala didampingi Kabag Biro Rena Polda Riau AKBP Romel Hutagaol SIP MSi disambut langsung Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto SIK SH MH, Wakapolresta AKBP Edy Sumardi Priadinata SIK dan Kabag Ren Kompol Abdul Hariri serta dihadiri para PJU dan kapolsek jajaran Polresta Pekanbaru.
Tujuan kedatangan tim untuk melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), komponen dalam penilaian tentang pelayanan publik di Polresta Pekanbaru meliputi kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan publik, konsultasi dan pengaduan, serta inovasi yang telah dibuat Polresta.
Dibidang inovasi, Polresta Pekanbaru telah memiliki pelayanan SIM secara online, SKCK secara online, program polisi zapin terdiri dari 3 program yaitu zapin anggota, zapin masyarakat dan zapin pemerintah gunanya untuk memudahkan pelaporan dengan sistem online.
Selain itu Polresta Pekanbaru juga memiliki program panic button yang terintegrasi command center dengan sistem penerimaan laporan dari masyarakat dan kemudian command center meneruskan ke SPKT untuk ditindaklanjuti laporan masyarakat itu.
Inovasi tersebut sudah mulai dilaksanakan pada Maret 2017.
"Dengan kunjungan tim dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Deputi Bidang Pelayanan Publik, dapat menjadi bahan analisa dan evaluasi bagi kami dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat," sebut Kapolresta.
Tujuan evaluasi tersebut untuk menilai perkembangan pelaksanaan pembangunan zona integritas menuju WBK dan WBBK dengan memberikan saran perbaikan yang diperlukan dan berharap asistensi perencanaan dan anggaran dapat membantu pelaksanaan evaluasi yakni Memberikan akses data dan informasi yang dibutuhkan oleh tim, Mengkoordinasikan dan membantu pelaksanaan evaluasi dalam mengumpulkan dan menyampaikan data yang dibutuhkan kepada tim evaluasi tersebut, Mengkoordinasikan pelaksanaan tindak lanjut hasil evaluasi agar mencapai perbaikan pembangunan zona integritas yang berkelanjutan.
Agusdin Muttakin menambahkan, Inovasi yang lebih murni dari inisiatif polres itu sendiri bisa dibekali dengan data juga.
"Saran secara umum sudah baik dan aplikasi tersebut harus disosialisasikan ke masyarakat dan masih ada masyarakat yang belum tahu dengan aplikasi yang sudah terbangun dan dapat dilaksanakan yang lebih bagus lagi, sehingga masyarakat dapat memahaminya," sebutnya.(rls/fat)