PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Teva Iris, Ketua Pemuda Millenial Pekanbaru (PMP), menyorot kondisi jalan di ibukota Provinsi Riau ini yang rusak akibat pembangunan instalasi pengolahan air dan limbah (IPAL).
"(Pengerjaan) proyek APBN itu membuat para pengguna jalan terganggu, bahkan tak jarang pengendara yang mengalami kecelakaan lalulintas (laka lantas) akibat jalan yang sudah tidak rata," katanya.
Namun, imbuh Teva, hingga kini masih banyak jalan yang belum diperbaiki secara maksimal oleh kontraktor yang menangani pengerjaan proyek tersebut. "Kontraktor harus bertanggung jawab atas kerusakan yang telah ditimbulkan," tambahnya.
"Saat ini begitu banyak jalan di Pekanbaru yang rusak akibat pengerjaan proyek IPAL. Jalan yang dulu licin dan mulus, kini berlubang," ungkapnya.
Menurut Teva, sebenarnya masyarakat tidak mempermasalahkan proyek IPAL itu. "Selama ini masyarakat tidak ada yang protes meskipun perjalanan jadi terganggu akibat adanya galian dan juga penyempitan jalan. Bahkan para pedagang yang berjualan di sepanjang proyek juga masih tetap sabar meskipun dagangannya jadi sepi pembeli."
Hanya saja, menurut Teva, kesabaran masyarakat seperti disalahartikan oleh kontraktor. "Mereka seperti menguji kesabaran masyarakat, dibuktikan dengan masih adanya jalan yang rusak akibat pengerjaan proyek tapi belum diperbaiki," katanya, sambil menunjuk contoh Jalan Cempaka, Tanjung Datuk dan beberapa ruas jalan lainnya.
Teva mengatakan, seharusnya tahun ini kontraktor sudah harus fokus dalam tahap perbaikan jalan karena kontrak pengerjaan IPAL berakhir di t2022.
"Masyarakat sangat menantikan kondisi jalan yang mulus seperti sebelum pengerjaan proyek IPAL. Bukan seperti sekarang, di mana banyak ruas jalan tidak rata dan mengganggu para pengendara," bebernya lagi.
"Harapan kami kontraktor segera melakukan perbaikan jalan yang sudah rusak. Jangan sampai kerusakan tersebut membuat angka lakalantas di Pekanbaru meningkat," imbuhnya.
PMP juga meminta agar Pemko Pekanbaru bisa mendesak pengelola proyek untuk melakukan kewajiban yang harus dikerjakan.***