PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili pada Minggu, 22 Januari 2023, banyak warga Tionghoa melakukan mudik pulang ke kampung halamannya dengan tujuan utama berkumpul dengan keluarganya.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Riau, Stephen Sanjaya kepada riausatu.com menyebutkan, pada saat menjelang Imlek ini, biasanya warga Tionghoa pulang ke kampung halamannya masing-masing untuk bertemu orangtuanya ataupun keluarganya disana.
"Dan saya rasa, tahun ini akan lebih banyak yang pulang kampung dibanding pada masa Pandemi Covid-19," kata Stephen Sanjaya, Jumat malam (13/1/2023)
Selain bertemu dengan keluarga di kampung halamannya, sambung Stephen, juga ada perayaan Imlek di masing-masing daerahnya seperti di hari keenam Imlek di Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti ada iven Cian Cui atau perang air, puja hari besar Dewa Cadas Air (Co Shi Kong) di Bengkalis, Siak Kecil, Dumai dan di Tanjung Batu.
"Jadi, perayaan Imlek di daerah-daerah itu lebih menarik sebenarnya. Karena suasananya itu kita bisa merasakan sendiri di kampung halaman dan langsung bertemu dengan keluarga ataupun teman. Nah, bagi warga yang tidak sempat pulang kampung, di Pekanbaru ini akan diadakan perayaan Imlek Bersama," bebernya.
Bagi warga Tionghoa yang akan melakukan mudik atau pulang ke kampung halamannya, Ketua PSMTI Riau tersebut berpesan, sembari mengucapkan selamat merayakan Tahun Baru Imlek 2574 kongzili/2023.
"Semoga bagi yang mudik ke kampung halamannya bisa selamat sampai tujuannya dan berbahagia dapat berkumpul dengan orangtua ataupun keluarganya. Dan juga bisa merayakan Imlek di kampung halamannya dengan sukacita. Bagi yang masih ada orangtua, sayangilah orangtuanya. Selagi kita masih diberikan waktu bersama dengan orangtua, berusahalah untuk berbakti, jangan sia-siakan orangtua ataupun menyia-nyiakan waktu," pesan Stephen Sanjaya.
Sementara itu, wakil ketua PSMTI Riau Bidang Humas dan Media, Ket Tjing memperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada Jumat (19/1) mendatang.
"Karena bagi sebagian besar warga Tionghoa, ada kegiatan sembahyang kepada para leluhurnya sehari sebelum perayaan Tahun Baru Imlek." jelas Ket Tjing.(ift)