otonomi

Kemenkeu Sebut Bupati Meranti Sudah Minta Maaf Terkait Ucapan "Iblis" dan "Setan"

Jumat, 23 Desember 2022 | 15:14 WIB
Bupati Meranti, Muhammad Adil. (f: Tangkapan layar/Diskominfotik Provinsi Riau/YouTube/Pikiran.Rakyat.com)

"Bisa dikonfirmasi ke Kemendagri. Jadi memang Pencocokan/klarifikasi data ini penting, justru setelah Kemendagri, Kemenkeu, dan ESDM rapat duluan dan yakin data Pusat sudah benar. Maka kami mengundang Gubernur Riau dan Bupati Meranti," tuturnya menambahkan.

Yustinus Prastowo menuturkan bahwa klarifikasi data antara Pusat dan Kabupaten Meranti berakhir dengan tercapainya pemahaman bersama.

"Pusat tidak ingin memperpanjang, karena menjaga perasaan Daerah. Agar ini berakhir smooth.

Klaim Bupati Meranti

Bupati Meranti, Muhammad Adil menuturkan bahwa permasalahan pihaknya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah mencapai titik akhir.

Menurutnya, pihak Kemenkeu akan membayarkan sisa kekurangan Dana Bagi Hasil (DBH) Minyak dan Gas Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau.

Keputusan itu diambil usai rapat antara Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, dan SKK Migas yang difasilitasi oleh Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Rabu, 21 Desember 2022.

Pemerintah akan menggunakan harga minyak 100 dolar AS per barel dalam menghitung DBH Migas untuk Kepulauan Meranti.

Dengan begitu, ada kemungkinan penambahan anggaran untuk DBH Meranti dari selisih bayar dari harga sebelumnya yang masih menggunakan harga 60 dolar AS per barel.

"Semua sudah clear. Insya Allah, nanti uang kami yang di 2022 yang kurang bayar karena (patokan harga minyak) yang 60 dolar AS jadi 100 dolar per barel, nanti akan dibayar," kata Muhammad Adil.

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada Kemendagri karena telah memfasilitasi Pemkab Kepulauan Meranti untuk bisa bertemu langsung, beradu data, serta rapat bersama kementerian dan pihak terkait dalam hal pembagian DBH Migas tersebut.

"Terima kasih saya untuk Kemendagri yang sudah menginisiasi pertemuan ini, begitu juga pihak terkait lainnya yang telah mau bekerjasama terkait masalah DBH Migas ini," tutur Muhammad Adil.

Sementara itu, Sekda Kepulauan Meranti Bambang Suprianto menuturkan bahwa dengan telah disepakatinya perhitungan harga minyak 100 dolar AS per barel, alokasi DBH Migas Meranti di tahun 2023 pun akan bertambah.

"Bisa jadi ada penambahan lebih dari Rp700 juta untuk 2023, karena dari perhitungan itu mereka menggunakan asumsi di bulan Juni 2022," ujarnya.

"Kita lihat lagi nanti, biasanya kalau prognosis-nya naik maka realisasinya juga akan naik," ucap Bambang Suprianto menambahkan.

Halaman:

Tags

Terkini