otonomi

Mita Tak Sabar Ingin Sekolah Lagi, Pasca Buka Jahitan Luka Operasi dan Dapatkan Bimbingan Psikologi Lanjutan

Kamis, 1 Desember 2022 | 21:14 WIB
Mita saat mendapatkan pendampingan psikososial khusus oleh Tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau yang dimotori psikolog Artha Riana NN SPsi MM. (ft: ist)

 

 

 

 

 

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Mita, korban tabrak lari hingga mengalami patah kaki dan lumpuh, kini kondisinya semakin baik. Raut wajah ceria mulai terlihat diwajahnya.

Anak perempuan berusia 12 tahun ini, mendapat musibah kecelakaan sekitar sepekan sejak sang ibunda meninggal dunia. Pasca kecelakaan, Mita hanya mendapat pengobatan tradisional karena tidak memiliki biaya. Kondisi kakinya menjadi bengkok dan sangat memprihatinkan.

Sampai akhirnya, beberapa waktu lalu Tim Bidang Humas Polda Riau yang dikomandoi Kombes Pol Sunarto, bersama serombongan wartawan mitra datang ke rumah Mita di daerah Kulim Atas, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.

Kombes Sunarto yang mengetahui perihal kondisi Mita, kala itu menyerahkan langsung bantuan kursi roda dan tali asih.

Saat itu mantan Kabid Humas Polda Sultra itu mengatakan akan mengupayakan untuk membantu pengobatan yang semestinya bagi Mita.

Tak berselang lama, Mita dibawa oleh tim Bidang Dokkes RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani operasi kaki. Alhamdulillah prosesnya berjalan lancar tanpa ada kendala.

Doa gadis kecil yang berkeinginan untuk kembali sekolah di dengar oleh Yang Maha Kuasa. Pasca operasi, kondisi Mita terus membaik. Kakinya pun sekarang sedikit demi sedikit sudah bisa digerakkan.

Kondisi kesehatan Mita terus dipantau oleh Tim Bidang Dokkes Polda Riau. Tak hanya itu, kondisi psikologis Mita juga sangat diperhatikan.

Halaman:

Tags

Terkini