otonomi

Ketua RW 14 Pebatuan Terancam Dinonaktifkan

Senin, 12 April 2021 | 12:18 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Permasalahan antara Ketua RW 14 Kelurahan Pebatuan Kecamatan Kulim dengan warga di RT 02/03, sejak 2017 hingga kini tak kunjung tuntas.

Sekitar 15 warga dari RT 02 dan RT 03 Kelurahan Pembatuan, Kecamatan Kulim, Senin (12/4/2021) pagi, mendatangi kantor Lurah Pebatuan jalan Pesantren, Pekanbaru.

Tujuan kedatangan warga tersebut menuntut Ketua RW 14 yang dijabat oleh Rahmad Putra segera diganti.

Koordinator Forum RT 02/03, Delfit Candra mengatakan, permasalahan tersebut berawal dari Ketua RW 14 diduga tidak mengayomi warga dan memilah warga, sehingga membuat warga merasa tidak senang atas sikapnya tersebut.

"Tujuan kami datang ke kantor Lurah ini meminta pak Lurah untuk menuntaskan permasalahan ini agar tidak berlarut-larut dan meminta pak Lurah untuk mengganti Ketua RW 14," ujar Delfit kepada media ini.

Menurutnya, warga sudah membuat pernyataan sikap mosi tidak percaya kepada Ketua RW 14.

"Selain masalah gorong-gorong, setiap pertemuan itu kata-katanya membuat warga terluka. Dua RT sekarang sudah tidak percaya lagi dengan beliau," sebutnya.

Sementara itu Lurah Pebatuan, M Setya Candra Wijaya kepada media ini mengakui akan mempelajari permintaan warga untuk menonaktifkan Ketua RW 14.

"Beberapa hari yang lalu ada aspirasi dari warga tentang mosi tidak percaya warga kepada Ketua RW 14 Rahmad Putra. Dan setelah kita dengarkan tadi, permasalahan ini sudah berlarut-larut. Tentu kita harus mempelajari dulu dan kita tidak bisa mendengar sepihak saja. Dan kalau bisa kita ketemukan, nanti kita ketemukan. Tapi kalau tidak bisa, kita akan mencari jalannya agar masalah ini cepat selesai," beber Lurah Pebatuan.

Seperti janji saya, sambungnya, sebelum lebaran mungkin sudah ada solusi.

"Tapi seperti apa bentuk solusinya, tentu kita pertimbangkan dan saya laporkan ke atasan saya dulu. Jam 13.45 WIB ini kita akan panggil pihak yang bermasalah itu dan siang ini nanti kita akan temui tokoh masyarakat," kata Lurah.

Menyambut bulan puasa ini, kata Lurah, kita harus bersabar hati, tidak emosi.

"Dan kami dari pemerintah tidak mungkin membiarkan persoalan ini berlarut-larut," terangnya.

Untuk diketahui, Wali Kota Pekanbaru kepada media ini pernah menyebutkan bahwasanya setiap ASN seperti Camat atau Lurah harus bisa memberikan pelayanan terbaik dan mengayomi warga.(ift)

Terkini