PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda kota Pekanbaru, membuat hewan khususnya kucing juga terkena gangguan pernafasan dan iritasi mata.
Dokter hewan, Fikri, mengatakan, sebulan kabut asap, belum ada hewan yang diungsikan di klinik hewan, tetapi setiap harinya ada 2 ekor kucing atau anjing yang menderita iritasi mata ataupun sesak nafas.
"Sejak awal September sampai sekarang, kucing yang berobat berjumlah sekitar 30 sampai 40 ekor," ujar Fikri saat ditemui riausatu.com, Senin (23/9/2019) di sebuah klinik hewan Pekanbaru.
Gangguan pernafasan pada hewan gejala awalnya disampaikan Fikri, bersin-bersin, nafas berat, keluar cairan dari hidung, nafas berat atau sesak.
"Ada kucing yang berobat jalan akibat kualitas udara memburuk di kota Pekanbaru sehingga terganggu pernafasannya," sebutnya.
Dijelaskannya, untuk hewan yang rawat inap itu ada 4 ekor kucing, selebihnya 36 ekor kucing rawat jalan.
"3 ekor kucing sudah pulang dan 1 masih belum boleh pulang," katanya.
Untuk iritasi mata pada hewan itu, katanya lagi, terlihat mata merah, pengaruh pekatnya asap.
"Kucing atau anjing itu terkadang menggaruk mata karena perih, dan itu mengakibatkan iritasi mata. Kebanyakan kucing Persia. Karena kucing Persia itu lebih sensitif dari ketahanan daya tubuh," sebut Fikri yang juga sebagai anggota Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Riau.
Kucing yang berobat tersebut, dikatakan Fikri, diberi vitamin.
Ia juga mengimbau bagi pemilik kucing untuk tidak membiarkan kucing beraktivitas di luar rumah.
"Biarkan bermain di dalam kamar. Kalau ada AC lebih bagus. Jangan biarkan kucing bermain di alam terbuka, Tingkatkan kualitas makanan, dukung dengan vitamin. Kalau sakit berlanjut, silakan datangi klinik-klinik hewan terdekat yang ada di Pekanbaru," jelasnya sembari menambahkan, hewan juga makhluk hidup yang butuh udara segar.(fat)