otonomi

52 Stand Bazar dan 1888 Lampion Meriahkan Imlek Pekanbaru

Rabu, 23 Januari 2019 | 19:29 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Panitia Imlek Bersama 2570/2019 kali ini menyelenggarakan berbagai kegiatan, yang diawali dengan Bazar UMKM di jalan Karet dihiasi lampu lampion yang berjumlah 1888 buah.

Dengan kemeriahan ribuan lampu lampion di jalan Karet, tentunya masyarakat Pekanbaru pun akan berdatangan ke lokasi tersebut untuk berfoto.

Ketua Panitia Imlek Bersama, Mariyana, dihadapan awak media menyebutkan bahwa tema Imlek tahun ini yakni Hidup Harmonis, Berkah Melimpah, NKRI Damai, Rakyat Sejahtera.

Ia pun menjelaskan secara rinci terkait kegiatan acara yang akan dilakukan dari awal hingga berakhir acara Imlek.

"Pada Kamis 24 Januari hingga Minggu 27 Januari 2019 itu ada Bazar UMKM yang dimulai pukul 18.30 WIB sampai selesai," ujar Mariyana kepada awak media, Rabu (23/1/2019) di jalan Karet, Pekanbaru.

Sambungnya, pada Sabtu sore 26 Januari 2019 ada lomba menyanyi dan dancing di Mal Ciputra Seraya. Di hari yang sama juga pada malam harinya di jalan Karet ada penampilan menyanyi dari beberapa macam suku budaya Indonesia.

"Perayaan detik-detik Imlek pada Senin malam 4 Februari 2019 di jalan Karet. Selanjutnya, pada Kamis 7 Februari itu perayaan Imlek bersama di Furaya pukul 13.00 WIB. Sabtu siang 16 Februari 2019 ada lomba bahasa mandarin di Mal SKA. Pada Selasa 19 Februari 2019 acara Cap Go Meh di jalan Karet pukul 18.30 WIB. Kita juga ada kegiatan lomba kaligrafi mandarin dan fotografer pada 24 sampai 27 Januari 2019," kata Mariyana.

Dikatakannya lagi, untuk pawai imlek tidak ada, hanya fokus bazar UMKM.

Mariana menjelaskan lagi bahwa kita sudah menggalangkan dana di hari kedua kejadian bencana alam dan sudah disalurkan dan nanti ada lagi penggalangan dana.

"Acara di Furaya itu nanti kita menghadirkan 3 dewa yakni dewa rezeki, dewa bergembira, dewa panjang umur. Mereka ini selalu bersama-sama. Dan panggung kita di jalan Karet ini tampil beda karena sudah direnovasi," pungkasnya.

Ketum PSMTI Riau, Peng Suyoto, dihadapan awak media juga menyampaikan bahwa di tahun-tahun sebelumnya, panitia imlek rutin melaksanakan kegiatan Baksos sebagai ungkapan rasa syukur dan timbang rasa sesama warga.

"Kita berharap dan berdoa di tahun ini, agar di tahun politik ini bisa mengantarkan kita dalam Pemilu Damai," ujar Peng.

Sebelumnya, kata Peng, tadi kita juga sudah melakukan audiensi ke bapak Gubernur Riau, Ketua DPRD Riau.

Doni sebagai penanggung jawab Bazar menyampaikan bahwa bazar imlek ini dibuat untuk pesta rakyat dimana ada UMKM, yang mana mereka bisa memasarkan produk-produk yang mereka miliki dan juga mendapatkan rezeki.

"Pendaftarannya sama seperti tahun lalu, stand tidak dikenakan biaya, hanya biaya kebersihan dan keamanan. Tahun ini UMKM ada 39 stand diluar perusahaan nasional 13 stand, total 52 stand. Tahun lalu cuma 30 stand. Kami sudah bertahun-tahun sudah membuka diri bagi siapa saja UMKM yang ingin melakukan penjualan produknya," bebernya.

Katanya, besok tengah hari sudah dimulai bazar.

"Untuk pedagang asongan ini, kami selalu menata tertib agar bisa berbaur dengan yang lainnya. Bazar imlek ini sebuah agenda yang cukup baik," terangnya seraya menambahkan, dibanding kota-kota di Indonesia, tidak banyak dilakukan seperti tempat kita ini.

Ditambahkan Humas, Ket Tjing, kita juga memberdayakan pemuda setempat untuk keamanan dan parkir.

Erna Wilianti mengatakan, bahwa Imlek ini suatu kebudayaan suku Tionghoa bukan keagamaan.

"Dengan imlek ini kita berharap membawakan semangat dan harapan yang baru," kata Erna.

Untuk lomba fotografi dijelaskan oleh Wandi, berlangsung Sabtu 26 januari 2019 mulai pukul 16.00 WIB sampai 18.00 WIB dan ada lomba nyanyi mandarin, lomba modern dance nuansa imlek dengan biaya gratis.

Sementara itu, Pandita Hosan menyebutkan bahwa imlek ini suatu kebudayaan.(fat)

Terkini