BUKITTINGGI,RIAUSATU.COM-Sebanyak 224 pembalap dari berbagai negara termasuk Indonesia, mengikuti iven balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) ke-X tahun 2018.
Iven tersebut resmi dibuka pada Sabtu malam (3/11/2018) di Lapangan Wirabraja, Bukittinggi, Sumbar.
Wali Kota Bukittinggi M Ramlan Nurmatia menyebutkan, Bukittinggi menjadi tempat Grand Opening dan start iven balap sepeda internasional Tour de Singkarak ini merupakan suatu kebanggan bagi Pemerintah Kota Bukittinggi, dan pada Minggu 4 November 2018 besok, akan berlangsung Etape I dari Kota Bukittinggi menuju Kabupaten Sijunjung.
"Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi menjadikan Bukittinggi sebagai lokasi Grand Opening TdS yang ke 10 ini," katanya.
Sementara itu Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, mengungkapkan, sudah 10 tahun TdS dilaksanakan di Sumatera Barat. Pemprov Sumbar, bangga dengan telah diakuinya Tour de Singkarak terbaik kelima event balap sepeda dunia.
"Tahun ini, 16 kabupaten kota di Sumbar ikut meriahkan TdS 2018. Kita harapkan TdS berlanjut tahun tahun kedepan, namun kalau bisa dilaksanakan di pertengahan tahun. Tour de Singkarak menjadi salah satu iven memajukan pariwisata Sumbar," sebut Wagub Sumbar seraya mengimbau warga Bukittinggi untuk meriahkan start TdS 2018 etape I yang akan digelar besok pagi sekitar pukul 09.00 WIB.
Untuk Tour de Singkarak tahun 2019 Nasrul Abit menargetkan dapat dilaksanakan lebih awal atau selambatnya pada bulan Juni, Juli atau selambatnya pada bulan Agustus, sehingga tidak lagi di akhir-akhir tahun, dan untuk itu setiap Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat diminta menyiapkan anggaran pada APBD murni tahun 2019.
Menteri Pariwisata diwakili staf ahli bidang multikultural, Esthy Reko Astuti, mengatakan, para pembalap tahun ini akan menempuh 8 etape dengan jarak 1.267 km dengan total hadiah Rp 2,3 miliar.
"Kami sangat mengapresiasi Sumbar, karena sangat konsisten untuk melaksanakan TdS setiap tahunnya. Iven ini sudah ke 10 kali dilakukan dan sangat ditunggu tunggu masyarakat. Ini sangat berpotensi menarik perhatian dan kunjungan wisatawan luar negeri ke Sumbar, sehingga tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat," terangnya.
Esthy Reko Astuti menambahkan, Kementrian Pariwisata tetap akan mendukung kegiatan Tour de Singkarak dan telah masuk dalam kalender iven tahunan Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Jadi Raja Gukguk mengatakan pada 2019 banyak agenda yang masuk ke PB ISSI sehingga TdS diharapkan didaftarkan lebih awal.
"Setelah penyelenggaraan TdS 2018 ini diharapkan pada Desember tahun itu juga agar langsung menginformasikan kembali pada PB ISSI untuk didaftarkan ke induk organisasi internasional balap sepeda, Union Cycliste Internationale (UCI)," ulasnya.
Jadi Raja menambahkan, TdS termasuk dalam satu dari sembilan iven balap sepeda di Indonesia dan menjadi yang terbaik kedua setelah Tour de Banyuwangi Ijen.(fat)