otonomi

Kuliah Umum Kehumasan Fikom Umri Hadirkan Karo Humas KLHK

Minggu, 17 Desember 2017 | 22:24 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Untuk mendapatkan pengetahuan kehumasan pemerintah khususnya lingkup Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK), Jumat (15/12/2017), Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Riau (Fikom Umri) menggelar Kuliah Umum Kehumasan bertemakan 'Humas Pemerintah, Membangun Citra dan Mempertahankan Reputasi', bertempat di Aula lantai III Gedung KH Ahmad Dahlan Kampus II Umri, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru.

Sebagai narasumber Kepala Biro Humas KLHK Ir Djati Witjaksono Hadi MSc dan dihadiri Rektor Umri Dr H Mubarak MSi, Wakil Rektor II Bakaruddin MM, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera Amral Ferry, Kehumasan Balai Besar KSDA Riau dan para dosen Fakultas Ilmu Komunikasi serta sekitar 300 lebih mahasiswa.

Para peserta sangat antusias mengikuti jalannya kuliah umum, hal ini ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber baik dari sisi ilmu kehumasan sendiri maupun dari sisi isu-isu lingkungan hidup dan kehutanan yang sedang berkembang saat ini.

Dalam pemaparannya, Djati Witjaksono mengatakan bahwa menjadi humas pemerintah itu harus kreatif dan inovatif terlebih saat ini era digital seperti Sosial Media (Sosmed).

Ia mencontohkan, untuk publikasi pihaknya secara cepat memperbarui berita-berita terkait kegiatan dan kebijakan kementerian dalam waktu yang sangat singkat.

"Setiap dilaksanakannya kegiatan, paling lambat dua jam beritanya harus terbit," kata Djati.

Hal lainnya adalah penggunaan Vlog sebagai salah satu sarana kampanye humas.

Lebih jauh Djati memaparkan bahwa sebagai Humas harus terbuka terkait informasi kepada publik mengenai program dan kinerja yang sedang dan akan dilakukan melalui website yang dikelola Pejabat Pengelola Informasi Dokumentasi KLHK.

Ketua Panitia pelaksana, M Tazri MA mengatakan bahwa tujuan digelarnya kuliah umum ini adalah untuk memberikan pemahaman atau gambaran akademik secara langsung bagaimana sebenarnya praktisi humas bekerja.

Dipilihnya narasumber Kepala Biro Humas KLHK menurut Tazri karena dinamika komukasi kehumasan pada kementerian dapat menjadi pembelajaran.

"Saya kira banyak persoalan terkait isu lingkungan hidup dan kehutanan yang terjadi dapat menjadi pelajaran bagi kita semua," sebut Tazri.

Sebagai satu-satunya program studi Humas menurut Tazri, program studi ini harus kaya akan khazanah kegiatan akademis seperti ini.

Hal senada disampaikan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Jayus S Sos MIKom.

Ia mengatakan, penanganan isu-isu dan dinamika lingkungan hidup dan Kehutanan yang terjadi di provinsi Riau tentu tidak mudah, tentu diperlukan penanganan yang baik dan terpadu bagaimana menyampaikan dan mengelola informasi kepada publik.

Jayus menyebutkan bahwa sebagai contoh bencana kabut asap yang terjadi di Riau pada 2015 lalu, persoalan dengan korporasi terkait kehutanan dan persoalan lain terkait lingkungan hidup tentu penanganan komunikasi kehumasannya tidak mudah.

"Semoga mahasiswa mendapatkan pencerahan terkait isu ini," harap Jayus.

Rektor Umri Dr H Mubarak MSi, menyambut baik dilaksanakannya kuliah umum ini.

"Saya sangat senang atas dilaksanakannya kuliah umum ini yang tentunya akan memberikan wawasan baru bagi mahasiswa pada tataran praktis dari pihak KLHK," kata Mubarak.

Selain itu, Mubarak berharap untuk kedepannya akan terjalin hubungan yang baik antara Umri dan KLHK.

"Terimakasih atas kedatangan bapak Kabiro Humas KLHK, semoga kerjasama seperti ini dapat terus berlangsung. Kami merencanakan tahun 2018 akan menyelenggarakan International Conference dan kami ingin Menteri KLHK dapat menjadi Keynote Speaker," tutup Mubarak.(fat)

Terkini