otonomi

Kegiatan Rakernis Baharkam Polri 2017 Berakhir

Selasa, 4 April 2017 | 20:56 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Kegiatan rapat penyampaian hasil Rapat Kerja Teknis (Rakernis) yang berlangsung satu hari, Selasa pagi (4/4/2017) dibuka oleh Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, pada sore harinya kegiatan tersebut berakhir dan ditutup langsung oleh Wakapolda Riau Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno MM, bertempat di Hotel Premiere Pekanbaru.

Wakapolda Riau saat membacakan sambutan Kapolda Riau menyebutkan, kegiatan penyampaian hasil Rakernis Baharkam Polri 2017 yang diadakan oleh jajaran Direktorat Binmas, Ditsabhara, Ditpolair dan Ditpamobvit Polda Riau yang sudah berlangsung dari pagi hingga sore hari diharapkan dapat memberikan rumusan dan penjabaran kebijakan dan langkah-langkah pemolisian yang komprehensif dengan metode sinergi polisional, pemolisian proaktif (pro active policing), pemolisian masyarakat (community policing) serta pemolisian berbasis pemecahan masalah (problem oriented policing) sehingga dapat membangun soliditas antar satuan fungsi serta membangun kerjasama yang harmonis dengan instansi terkait dan pemangku kepentingan lainnya (stake holder) sesuai dengan program Promoter Kapolri (Profesional, Modern dan Terpercaya).

"Hal ini menjadi modal kita dalam rangka memelihara Kamtibmas yang kondusif. Metode yang sampaikan diatas tidaklah akan berjalan dengan baik apabila tidak diimbangi dengan melakukan langkah-langkah reformasi internal di tubuh Polri. Hal ini sesuai dengan kebijakan bapak Kapolri dalam Commander Wishnya yang menekankan pentingnya reformasi kultural yaitu membangun polisi yang humanis dan menekan budaya koruptif, sehingga polisi akan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat (public trust)," sebut Wakapolda Riau dalam membacakan sambutan Kapolda.

Selain itu, kata Wakapolda Riau dalam sambutan Kapolda, tujuan dari pemolisian yang dilaksanakan akan tercapai dengan kriteria kualitas hidup masyarakat meningkat, produktifitas hidup meningkat serta mengurangi rasa takut akan kejahatan (fear of crime). Hal ini sesuai dengan tujuan pemolisian dunia yang disampaikan oleh David F Baley dan Richard Friedman dalam bukunya Fixing Broken Windows.

"Perkembangan situasi kamtibmas saat ini tidak terlepas dari pengaruh lingkungan strategis, baik regional maupun nasional, termasuk wilayah Riau yang memiliki nilai strategis di kawasan Asia Tenggara maupun antar daerah yang ada di Pulau Sumatera, termasuk didalamnya dampak dari perkembangan demokrasi dan globalisasi," ucap Wakapolda Riau.

Hal ini, kata Wakapolda dalam membacakan sambutan, menuntut organisasi kepolisian khususnya Polda Riau untuk selalu menganalisa setiap perkembangan yang terjadi dengan melakukan deteksi dini dan terobosan kreatif (inovasi) dengan memanfaatkan perkembangan teknologi kekinian yang diharapkan kita tetap akan eksis dalam rangka memelihara situasi kamtibmas yang kondusif.

"Pembulatan materi hasil Rakernis Baharkam Polri ini hendaknya dijadikan pedoman untuk dijabarkan dalam rencana aksi sesuai dengan program-program promoter yang selama ini sudah berjalan dan diharapkan adanya peningkatan, baik secara kualitas maupun kuantitas kegiatan di lapangan," terang Wakapolda Riau.

Wakapolda Riau berharap, kepada para peserta hasil penyampaian Rakernis Baharkam Polri ini dapat meningkatkan kinerja dan hasil yang optimal.(fat)

Terkini