otonomi

Kapolda Riau: Polisi itu Harus Bisa Senyum Sapa dan Salam Penuh Humanis

Selasa, 4 April 2017 | 12:15 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Kapolda Riau Irjen Pol Drs Zulkarnain Adinegara, Selasa pagi (4/4/2017) membuka secara resmi kegiatan Rapat Penyampaian Hasil Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri 2017, bertempat di Hotel Premiere, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Kapolda Riau usai membuka kegiatan tersebut, kepada riausatu.com menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini bertujuan untuk mensosialisasikan meneruskan hasil Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di bidang Baharkam yakni Direktorat Binmas, Direktorat Sabhara, Direktorat Polair dan Direktorat Pam Obvit.

"Apa yang perlu disampaikan ke anggota untuk dilaksanakan dalam kaitannya untuk mendorong menjadikan Polisi yang Promoter atau Profesional Modern dan Terpercaya. Jadi, bagaimana kebijakan-kebijakan yang diatas untuk diteruskan di daerah dalam hal mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan konflik sosial," kata Kapolda Riau.

Kapolda Riau berharap, satuan fungsi direktorat masing-masing ini bisa memahami kebijakan pimpinan dan diimplementasikan seperti kebijakan menghilangkan bentuk kekerasan eksesip.

"Kan pak polisi itu kadang-kadang tidak terlepas dari budaya kekerasan. Kan gitu. Nangkap orang dipukul, ada unjuk rasa. Nah, itu kan bentuk kekerasan. Kebijakan kita itu sudah tidak ada itu, nah makanya itu supaya diimplementasikan. Dan Polisi itu diharapkan bisa Senyum, Sapa, Salam penuh Humanis dan juga saya harapkan saat patroli pun harus humanis. Lihat saja saya dengan kawan-kawan media selalu dengan senyum, sapa, salam. Dan harapan saya, polisi di lapangan itu harus seperti itu," kata Irjen Zulkarnain.

Ditambahkan Irjen Zulkarnain, ketika polisi di lapangan lagi patroli dialogis harus senyum sapa salam, menyelesaikan masalah peran binmas dikedepankan yang dinamakan Problem Solving.

"Kemudian di pesisir untuk patroli Polair. Walaupun personel terbatas, namun mereka diharapkan betul-betul melaksanakan patroli untuk mencegah adanya penyelundupan baik itu elektronik, bahan makanan. Untuk Pam Obvit diharapkan mereka betul-betul sinergitas polisional dengan perusahaan-perusahaan yang memerankan adanya tugas-tugas kepolisian terbatas, satpam misalnya. Disitu disampaikan supaya betul-betul mereka itu menyentuh dengan melakukan patroli, melakukan pembinaan pelatihan-pelatihan, bagaimana melakukan misalnya menangkap orang, bagaimana patroli di seputarannya

Kapolda juga melarang adanya anggota yang melakukan beking.

"Kalau ada ya kita hukum secara pidana, secara etika, secara profesional profesi. Kan pak polisi kalau melakukan pelanggaran bisa kena tiga yaitu etika profesi, disiplin dan kalau ada bukti nyata maka pidana misalnya memeras orang ada uangnya itu kan pemerasan," tegas Kapolda Riau.

Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Wakapolda Riau Brigjen Pol Drs Ermi Widyatno MM, Dirbinmas Polda Riau Kombes Pol Drs Kris Pramono, Dirsabhara Polda Riau Kombes Pol Zulkifli MM, Dirpolair Polda Riau Kombes Pol IR Kasmolan, Dirpamobvit Polda Riau Kombes Pol Hisbullah, Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Tulus Ikhlas Pamoji, Kasat Brimob Polda Riau Kombes Pol Pradah Pinunjul, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo SIK MM, Kabidkum Polda Riau Kombes Pol Denny Siahaan, Kabag Bin Opsnal Ditbinmas Polda Riau AKBP H Imam Saputra dan peserta sebanyak 123 orang.(fat)

Terkini