UJUNGTANJUNG, RIAUSATU.COM-Tiga unit ruang belajar (rombel) SDN 026, yang terletak di jalan lintas Riau-Sumut, Kelurahan Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih sudah banyak patah dan retak parah. Untuk itu, diharapkan kepada dinas terkait untuk segera membuat bangunan baru untuk sekolah tersebut.
Kepala Sekolah SDN 026, H Al Azmi Aladdin SPd, ketika ditemui wartawan pada Jumat (12/8) menjelaskan, bahwa tiga unit bangunan yang rusak itu adalah bangunan dari APBD Rohil sekira tahun 2005 lalu. ''Tapi, berapa anggaranya saya tidak ingat lagi,'' kata Al Azmi.
Menurutnya, ruangan yang paling parah rusaknya adalah paling ujung, dan kerusakan itu tidak terdapat pada dinding bangunan, tapi juga terdapat pada lantai ruangan. ''Ini sebenarnya ruangan belajar, tapi karena kami tidak ada kantor. Maka, kami jadikan ruangan guru,'' katanya. Diterangkanya, bahwa pihaknya sudah takut sekali menempati ruangan patah dan retak itu. ''Mana tau ada angin kencang, bisa jadi bangunan ini roboh,'' katanya.
Diterangkanya, bahwa jumlah muris di SDN 026 mencapai 224 orang. Dengan rincian, Kelas 1 sebanyak 34 orang, kelas 2 sebanyak 46 orang, kelas 3 sebanyak 38 orang, kelas 4 sebanyak 32 orang, kelas 5 sebanyak 35 orang, kelas 6 sebanyak 40 orang. ''Kalau jumlah guru, termasuk saya dan penjaga sekolah sebanyak 15 orang,'' jelasnya, dilansir suararakyatriau.net.
Dikatakanya, karena rombel SDN 026 hanya 5 ruangan, dan banyaknya jumlah pelajar, pihaknya terpaksa mensekat satu ruang kelas. Dimana, setelah murid kelas 1 pulang, baru anak kelas 2 bisa masuk. ''Kalau tidak disekat dan tidak dibuat pakai masuk siang. Maka, ruangan tidak cukup, karena 1 ruangan yang rusak parah itu kami jadikan ruangan guru,'' katanya.
Dia memaparkan, bahwa 3 ruangan dibangun oleh pihak PT. Chevron sekira tahun 1994 lalu. ''Kalau ruangan itu masih kokoh, tapi 3 ruangan yang dibangun Pemda Rohil sudah retak, dan saya rasa tidak bisa diperbaiki alias harus dibuat bagunan baru,'' ujarnya.
Dia menambahkan, bahwa kerusakan bangunan itu sudah disampaikan secara lisan kepada dinas pendidikan Kabupaten Rohil, dan bahkan sudah ada pihak dinas yang meninjau keruskan bangunan ruangan SDN 026 itu. "Tapi, apa boleh buat sampai saat ini tidak ada terealisasikan pembuatan bangunan baru oleh dinas itu," imbuhnya.
Pihaknya, sangat berharap Pemda Rohil melalui dinas terkait bisa sesegera mungkin membuat bangunan baru untuk SDN 026 itu. Dengan tujuan, proses belajar mengajar bisa berjalan lancar. Tanpa ada kekhawatiran pelajar dan guru bangunan itu roboh. (dri)