otonomi

Dalam KPPS Perlu Ada Keterwakilan Perempuan

Jumat, 22 Juli 2016 | 11:31 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Dalam pembentukan kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) yang akan dibentuk  oleh Panitia Pemungutan Suara (PPS) pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kampar tahun 2017, perlu diperhatikan keterwakilan perempuan. PPS didorong  untuk mengakomodir  keterwakilan perempuan dalam KPPS tersebut.

Demikian disampaikan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kampar Yatarullah, SAg, MH, MHum saat melantik dan mengambil sumpah anggota PPS  dari kecamatan Bangkinang Kota, Bangkinang, Kuok dan Salo  bertempat di aula kantor Camat Bangkinang Kota, Rabu (20/7). ''Sesuai dengan  amanah  undang-undang, kita  di sarankan untuk  memperhatikan keterwakilan perempuan dalam penyelenggaraan pemilu termasuk di KPPS  nanti,'' ujar Yatarullah, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Disampaikan Yatarullah bahwa KPU Kampar dalam rekruitmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan PPS  juga memperhatikan keterwakilan perempuan. ''Di  PPK dan PPS kita   juga mengupayakan keterwakilan perempuan, sehingga banyak perempuan yang duduk di PPK dan PPS,'' ujarnya.

Namun demikian, Yatarullah juga mengingatkan meskipun  diharus memperhatikan atau mengakomodir   perempuan tapi  juga  harus mempertimbangkan kemampuan mereka.

''Kalau memang dirasa  tidak mampu dan  mereka (perempuan) tidak ingin ikut, tentu  tidak bisa dipaksakan,'' ujarnya

Hadir dalam pelantikan tersebut Camat Bangkinang Kota H.M Salim, MSi beserta  tamu dan undangan.  Usai pelantikan  di laksanakan bimbingan teknis  penyelenggaraan pilkada bagi PPS.

Camat Bangkinang Kota  M. Salim pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa, pelaksanaan Pilkada  Kabupaten Kampar  hendaknya menjadi pilkada tersukses di Provinsi Riau. ''Kabupaten Kampar menjadi barometer, dan ini harus menjadi  motivasi kita untuk  menyelenggarakan Pilkada ini lebih baik,'' ujarnya.

Ia mengingatkan agar  setiap penyelenggaraan bertekad untuk mensukseskan Pilkada. ''Kesuksesan kita bukan menghantarkan seseorang untuk duduk  tapi sukses menyelenggarakan pilkada hingga  terpilih pemimpin (kepala daerah) pilihan rakyat,'' ujarnya.

Kemudian Yatarullah dalam materi bimteknya  menjelaskan bagaimana posisi dan tata kerja  PPS dalam penyelenggaraan Pilkada Kampar tahun 2017. ''Kerja PPS cukup berat, oleh sebab itu mari kita kerjakan  tugas dan tanggungjawab kita sesuai dengan aturan yang berlaku. Yang bisa memaksa kita itu adalah aturan bukan  calon atau tim sukses,'' ujarnya.

Ia juga mengingatkan  kepada PPS untuk meningkatkan  kepekaan terhadap pemilu. ''Kita  harus  ada kepekaan terhadap pilkada ini, kita  harus paham  dengan tugas kita,'' ujarnya.

Kemudian harus  ada kontrol  administrasi. ''Tertib administrasi penting,  dengan tertib administrasi pekerjaan akan menjadi lancar dan sukses,'' ujarnya.

Selanjutnya tingkatkan  integritas, indenfedensi dan netralitas. ''Jangan sampai kita memihak kepada  satu  calon pun. Kita sebagai penyelenggara menjadi perhatian public, duduk saja kita menjadi perhatian,'' ujar Yatarullah menambahkan bahwa kekuatan lain bagi penyelenggara adalah perbanyak doa kepada Allah SWT. (dri)

Tags

Terkini