JAKARTA, RIAUSATU.COM-Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah daerah sigap dalam mengatasi penyebab kemacetan selama mudik tahun ini. Anggota Komisi V DPR Epyardi Asda menilai kemacetan yang sering terjadi akibat adanya pasar tumpah di sejumlah daerah.
Pihaknya meminta agar pemerintah daerah dapat menyelesaikannya dengan mengerahkan seluruh aparatnya. ''Bisa terurai apabila Pemda dapat menertibkannya,'' ujarnya kepada merdeka.com, Jakarta, Senin (4/7).
Menurutnya, sejauh ini Kementerian Perhubungan sudah bekerja secara maksimal untuk mengantisipasi terjadi lonjakan pemudik. Hal ini terlihat dari banyaknya pemudik yang beralih menggunakan transportasi umum dan menggunakan fasilitas mudik gratis.
''Kemenhub sudah memberikan fasilitas yang memadai bagi pemudik, seperti bis, kereta api dan kapal laut termasuk marka jalan. Hanya saja yang kurang soal tempat istirahat (rest area),'' ungkapnya.
Seperti diketahui, pemudik dengan jalur darat menuju Jawa Tengah di H-3 yang keluar tol Brebes Timur atau sering disebut Brexit, hari ini terhenti sepanjang 20 KM.
Berdasarkan pantauan dan laporan harian yang diterima dari Posko Angkutan Lebaran Tahun 2016 pada hari Minggu 3 Juli 2016 di ungkapkan bahwa kemacetan di pintu keluar tol Brebes Timur yang disebabkan karena antrian tol yang sangat panjang.
Petugas pintu tol telah melakukan jemput bola dengan mendatangi mobil yang berhenti untuk melakukan transaksi pembayaran masuk tol. Selain itu penyebab kemacetan adalah antrian di pom bensin Pertamina dekat pintu tol Brebes Timur.
Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan, dari pantauan pihaknya, kemacetan di jalur Pantura terjadi akibat banyaknya pasar tumpah dan adanya warga yang meminta-minta di Jembatan Sukra, Indramayu. (dri)