KAMPAR, RIAUSATU.COM-Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kampar terus melakukan langkah-langkah konkrit dalam upaya mewujudkan Kabupaten Kampar sebagai smart regency (Kabupaten Pintar). Saat ini Bappeda Kabupaten Kampar sedang merencanakan pembangunan jaringan fiber optik sebagai salah satu pembangunan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Kabupaten Kampar.
Sebelum dianggarkan perencanaan pembangunan fiber optik ini maka Bappeda Kabupaten Kampar mengundang pihak ketiga (rekanan) untuk perencanaan pembangunan fiber optik ini. Rekanan (mitra Bappeda) dari perusahaan IndomediaNET yang bergerak dibidang Informatika Teknologi Ibnu Mas’ud, M.Si memaparkan secara detail tentang perencanaan infrastruktur TIK bertempat di aula Bappeda Kabupaten Kampar, Kamis (30/6).
Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kampar Ir. Azwan MSi. Disampaikan Azwan bahwa Teknologi Informasi (TI) saat ini merupakan suatu kebutuhan. ''Kita (Bappeda, red) harus melekat dengan teknologi informasi, kita tidak boleh gagap dan alergi dengan TI, karena TI ini sudah suatu kebutuhan saat ini,'' ujarnya, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.
Kedepan dengan semakin berkembangnya Teknologi Informasi maka dalam pekerjaan nantinya juga akan menuju serba online atau elektronik. Seperti di Bappeda ada RKPD Online, ada e-musrenbang, akan ada SPPD Online dan beberapa aplikasi lainnya. ''Di Kota Surabaya sudah 10 tahun lebih terbangun aplikasi elektronik ini, meskipun kita baru mulai, kita jangan berkecil hati. Berbuat lebih baik dari pada tidak sama sekali,'' ujar Azwan.
Untuk itu Azwan minta kepada narasumber (rekanan) untuk menjelaskan secara detail tentang Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi di Kabupaten Kampar. Ia minta kepada Ibnu Mas’ud untuk menjelaskan tentang sistem kerja hingga rencana anggaran biaya (RAB) nya.
Menurut Azwan, RAB ini penting karena dengan adanya jaringan fiber optik ini akan memudahkan pekerjaan dengan biaya murah. ''Biaya ini perlu diperhitungkan karena dengan semakin menurunnya pendapatan daerah, kita dituntut untuk mengefisiensikan anggaran,'' ujarnya.
Selanjutnya Ibnu Mas’ud memaparkan secara gamblang tentang Perencanaan Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi. Perencanaan Infrastruktur TIK ini menggunakan teknologi GPON. GPON adalah suatu teknologi akses yang dikategorikan sebagai Broadband Access berbasis kabel serat optik. GPON merupakan salah satu teknologi termuktahir saat ini. Diprediksi untuk 15 tahun kedepan teknologi GPON ini masih eksis.
Ibnu Mas,ud menyarankan pembangunan infrastruktur TIK ini dilakukan dengan cara investasi (bangun sendiri) tidak menggunakan sistem sewa. Pasalnya dengan cara investasi ini lebih murah dan mudah dibanding sewa. Kemudian dengan sistem investasi penggunaan tidak terbatas. Dalam segi layanan juga lebih menguntungkan dimana dengan berinvestasi ada tiga layanan yang didapat (single kabel triple play) yakni pengiriman suara, data dan video.
Kepala Subbidang Perencanaan Anggaran dan Pembangunan Bappeda Kabupaten Kampar Yusdiyen Hadinata, S.Si dalam kesempatan tersebut meminta kepada rekanan bisa membuat perencanaan roadmapnya dan bisa menghitung berapa dana yang dibutuhkan pertahun. Kemudian juga diminta hitung biaya perawatannya sehingga dari sana terlihat mana yang lebih untung investasi atau sewa.
Untuk itu diberi waktu kepada rekanan (mitra Bappeda ) untuk menghitung RABnya. Diharapkan dengan terbangunnya fiber optik sebagai salah satu Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan semakin memudahkan Kabupaten Kampar dalam menuju Kampar regency. (dri)