otonomi

Kepala BPBD Kampar: Pembersihan Jalan di Kamparkiri Hulu Tuntas

Redaktur
Senin, 6 Juni 2016 | 12:35 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar melakukan pembersihan jalan bekas longsor di 7 desa di Kamparkiri Hulu akhirnya tuntas juga dilaksanakan. Pembersihan jalan tuntas setelah alat berat bekerja terus menerus lebih dari satu bulan lamanya.

Kepala BPBD Kampar Drs Santoso MPd melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Muhammad Nasir SE, Jumat (3/6) mengatakan bahwa pembersihan jalan tersebut selesai dilaksanakan pada akhir Mei 2016.

''Selama sebulan lebih atau 35 hari alat berat Escavator bekerja terus menerus merangkak menaiki perbukitan yang tinggi serta penurunan yg tajam dengan sisi jalan berjurang yang cukup dalam, dimulai dari Desa Deras Tajak. Penarikan escavator kembali ke Bangkinang memakan waktu cukup lama selama 8 atau 10 Hari karena jarak tempuh ke Desa Muara Selaya Kampar Kiri tak kurang dari 34 KM, yang mana alat angkut Torado sudah menunggu di sana,’’ terangnya, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Perjalanan escavator cukup berat kembali karena perbukitan yang tinggi dan penurunan yang tajam serta sisi jalan yang ada banyak jurang yang dalam, setiap jarak tempuh 8 KM alat berat tersebut harus dihentikan agar tidak terjadi kerusakan pada alat tersebut. Masyarakat 7 desa tersebut seperti Deras Tajak, Tanjung Karang, Batu Sasak, Lubuk Bigau, Kebun Tinggi, Pangkalan Kapas dan Tanjung Permai, dimana kepala desa beserta masyarakatnya mengucapkan rasa syukur dan terima kasih yg sebesarnya untuk Pemkab Kampar melalui BPBD.

''Ketika alat berat sedang bekerja di lapangan masyarakat 7 desa silih berganti berdatangan melakukan pengawalan terhadap pekerjaan yang dilakukan. Begitu juga bila escavator mulai turun merangkak kembali menuju Bangkinang. Para kades dan masyarakat tetap mendampingi perjalanan tersebut. Terima kasih juga atas perhatian dari masyarakat desa,’’ ungkapnya.

Meski dalam pengawalan alat berat tersebut juga disertai resiko diguyur hujan, namun seluruh pihak terkait tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab. ''Terkadang diperjalanan sering berhenti juga untuk istirahat dan tidur karena perjalanan cukup lama,’’ tukasnya. (dri)


Tags

Terkini