otonomi

Wujudkan Smart Regency, Kampar Jajaki Kerjasama dengan Kota Bandung

Redaktur
Senin, 23 Mei 2016 | 11:32 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Pemerintah Kabupaten Kampar berencana untuk mewujudkan  Kabupaten Kampar sebagai Kabupaten Pintar atau dikenal dengan Smart Regency. Konsep  Smart Regency (Kabupaten Pintar) ini menyerupai apa yang telah diterapkan Pemerintah Kota Bandung  dengan konsep Smart  City nya (Kota Pintar). Untuk mewujudkan ini,   Kabupaten Kampar menjajaki kerjasama dengan  Pemerintah Kota Bandung. Namun sebelum  terjalinnya kerjasama ini, maka  dilakukan  terlebih dahulu  studi  lapangan  ke  Bandung Command  Center  (BCC) milik Pemko  Bandung. Study  lapangan ini dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Kampar,  Kamis lalu di BCC Kota  Bandung.
 
Study lapangan  ini diikuti oleh Kabid  KSP  M. Fadli Muchtar, Kabid Kesejahteraan Sosial  Dedy Rohyani, Kasubbid Perencanaan Anggaran dan Pembangunan (PAP)  Yusdiyen Hadinata dan tujuh orang  anggota. Kedatangan Bappeda Kampar  ke BCC Bandung  yang memang sudah terjadwalkan sebelumnya,  diterima  oleh pihak BCC.  Dihadapan rombongan,  fungsional BCC Rina  menjelaskan dengan  gamblang tentang BCC ini. Bandung Command Center ini  telah diresmikan oleh  walikota Bandung Ridwan Kamil Pada tanggal 19 Januari 2015 silam. BCC ini merupakan  tempat yang digunakan untuk memberikan perintah   terpusat untuk beberapa tujuan.
 
BCC ini adalah  tempat (alat)  untuk mewujudkan  konsep smart city di Kota Bandung. BCC ini digunakan untuk memonitoring kota Bandung, pengarsipan data yang diintergrasikan dengan customer service yang nantinya diteruskan ke bagian-bagian terkait. BCC akan mempermudah pelayanan   publik  dan dari sisi manajemen akan mempermudah  dalam pengambilan keputusan. Dengan keberadaan BCC ini, pemerintah memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan berbasis online. Walikota Bandung ingin menjadikan  Bandung  seperti   Singapura yang menjadi sebuah kota dunia yang standar pelayanannya  internasional.
 
Untuk  itu memang pemerintah Kota  Bandung harus  banyak membuat aplikasi smartphone.  Bandung menargetkan  akan membuat  1.500 aplikasi menjelang berakhirnya masa jabatan walikota atau tiga tahun kedepan. Saat ini sudah tersedia  300 aplikasi. Kebanyakan aplikasi itu untuk pelayanan internal pemerintahan dan publik. Ada aplikasi pelayanan kesehatan, pelayanan kependudukan, perizinan, pemadam kebakaran, mengantri hingga ojek dan sebagainya.  Sebagai perbandingan Singapura sekarang sudah memiliki 1.600 aplikasi.
 
Bentuk (bangunan) BCC ini mirip sarang lebah dengan desain full technology seperti pada film star trek. Software yang digunakan seperti yang ada pada film ironman. Di lantai dua ada ruang rapat yang disekat kaca transparan yang bisa digunakan untuk komunikasi dua arah baik dari ruang rapat ke petugas operator dan begitupun sebaliknya. Kabid  KSP M. Fadli Mukhtar melalui Kasubbid PAP Yusdiyen  Hadinata kepada wartawan, Minggu (22/5) mengaku puas dengan kunjungan dan penjelasan dari pihak BBC. ''Banyak ilmu, wawasan dan pengetahuan yang didapat dari kunjungan ke BCC ini dalam rangka menjadikian Kabupaten Kampar sebagai Smart  Regency,'' ujar Yusdiyen, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.
 
Dijelaskan Yusdiyen bahwa   setelah kunjungan ini  maka akan direncanakan  kerjasama antar daerah, yakni  Pemerintah Kabupaten  Kampar dan  Pemerintah Kota Bandung. ''Tahun ini akan direncanakan  penandantangan MoU  antara Bupati Kampar dan  Walikota Bandung,'' ujarnya.
 
Selanjutnya akan dibuat grand  design  dan master plannya. Ditargetkan tahun 2017 akan diwujudkan  Smart Regency  dengan membangun Kampar Command Center (KCC). KCC mempunyai tujuan akhir untuk memberikan  pelayanan dan pengawasan kepada publik. ''Insya Allah, dengan dukungan semua pihak, rencana ini akan terwujud,'' ujar Yusdiyen. (dri)


Tags

Terkini