otonomi

1.153 Hektar Lahan Sawah di Kampar Kekeringan

Redaktur
Selasa, 4 Agustus 2015 | 12:06 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau menggelar rapat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang menindak lanjuti dampak dari masalah kekeringan yang berkepanjangan. Selain menjadi isu nasional ternyata dampak kekeringan juga dialami daerah ini yang hingga saat ini dari laporan yang ada sebanyak 1.153 hektar lahan pertanian padi sawah mengalami kekeringan.

Rapat, Senin (3/8) dipimpin oleh asisten I setda Kampar Ahmad yuzar yang diikuti oleh seluruh SKPD dilingkungan pemda Kampar, perwakilan petani, Ketua KTNA dan juga ulama.

Guna mengatasi pengaruh dari kemarau yang berkepanjangan pemerintah kabupaten Kampar berupaya mencarikan solusi mengatasi kekeringan lahan, dengan mengumpulkan seluruh pihak terkait yang dapat mengambil keputusan cepat agar nantinya tidak ada petani yang dirugikan akibat gagal panen karena disebabkan oleh kekeringan atau fuso. Dari 4.600 hektar lahan tanam yang ada dikampar, sebanyak 1153 hektar dari 6 kecamatan mengalami kekeringan. Diantaranya, kecamatan Kampar utara sebanyak 423 ha, kecamatan bangkinang sebanyak 265,70 ha, kecamatan Kampar 55 ha, kecamatan Kampar timur 142 ha, kecamatan kuok 190,70 ha, kecamatan salo 77,30 ha yang kesemuanya mengalami kekeringan.

Sementara hasil yang didapat dari laporan KTNA dan dinas pertanian kabupaten Kampar saat ini masih memiliki selisih yang cukup tinggi, dari laporan KTNA bahwa hampir 70 persen lahan pertanian mengalami fuso atau gagal panen akibat kekeringan, sedangkan menurut laporan dari dinas pertanian kabupaten Kampar hanya sebesar 25 persen yang akan mengalami fuso jika tidak segera dicarikan solusinya, walaupun ada selisih data sebanyak 45 persen yang diterima pemerintah kabupaten Kampar tetap mengambil keputusan agar segera ditindak lanjuti dengan cermat masalah kekeringan yang melanda lahan padi sawah ini.

Dalam rapat tersebut asisten I setda Kampar ahmad yuzar meminta kepada seluruh SKPD dan pihak terkait untuk bersinergi menjawab semua permasalahan yang ada dimasyarakat.

''Ke depannya perencanaan dibidang pertanian akan di sinergikan guna menjawab semua permasalahan yang ada di masyarakat,'' ujar Yuzar, dilansir kamparkab.go.id.

Selain itu pemerintah juga segera menyebarkan surat edaran untuk melakukan sholat istisqho guna memohon diturunkanya hujan, himbauan ini akan diedarkan hingga ketingkat desa dan masjid - masjid yg ada dikabupaten Kampar. Selain itu Asisten I Pemda Kampar juga berharap untuk fokus terhadap masalah kekeringan ini.

''Kita harus fokus berdayakan sumber daya yang ada, serta dari anggaran yang ada dioptimalkan untuk mengatasi masalah kekeringan dan mencegah fuso/gagal panen,'' pungkas Ahmad Yuzar. (dri)

Tags

Terkini