otonomi

Diperjuangkan, Tambahan Mobil Damkar dari DAK

Redaktur
Minggu, 2 Agustus 2015 | 14:52 WIB

KAMPAR, RIAUSATU.COM-Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Irtarius   mengakui bahwa pihaknya sangat ini masih  kekurangan armada (mobil) pemadam kebakaran. Untuk menambah unit mobil Damkar ini, BPBD Kampar terus berupaya melobi Pemerintah Pusat untuk menambah mobil Damkar.

Hal itu dikatakan Irtarius berkaitan upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan (Karhalut) di Kabupaten Kampar.

Dikatakan, saat ini hanya ada 6 unit mobil pemadam kebakaran. Dari jumlah itu penempatan mobil Damkar ini sudah terbagi ke Siak Hulu karena Pemkab Kampar sejak beberapa bulan terakhir telah menempatan mobil Damkar dan petugas di Siak Hulu.

''Luas wilayah kita 11 ribu kilometer persegi, armada kita terbatas, tak bisa memenuhi kebutuhan di 21 kecamatan,'' ungkap Irtarius, sebagaimana dilansir kamparkab.go.id.

Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya telah berupaya menambah jumlah armada dengan mengusulkan kepada Pemkab Kampar, Pemprov Riau maupun ke pemerintah pusat. ''Ke pusat kita berharap mendapatkan dana DAK (dana alokasi khusus),'' beber Irtarius.

Menurutnya, jika penempatan mobil Damkar ini belum bisa memenuhi 21 kecamatan, minimal beberapa daerah strategis seperti di Siak Hulu, Kampar Kiri, Tapung dan XIII Koto Kampar.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar Ramadhan mengungkapkan bahwa DPRD Kampar siap mendukung penganggaran untuk pembelian mobil Damkar yang baru karena hal ini termasuk salah satu kebutuhan yang urgen demi memberikan perlindungan kepada masyarakat, lahan maupun hutan di wilayah Kabupaten Kampar.

Dari pantauan Kamparkab, kabut asap masih terlihat  di beberapa titik lahan bekas kebakaran di wilayah Kabupaten Kampar diantaranya di Desa Merangin Kecamatan Kuok, tepatnya di pinggir jalan provinsi yang menghubungkan Rantau Berangin-Pasir Pengarayan, meskipun api sudah tak terlihat lagi, namun asap masih tampak dari kayu sisa kebakaran beberapa hari lalu. Kabut asap terlihat lebih pekat di area yang terbakar ini. Asap juga masih mengganggu pernapasan warga Kabupaten Kampar. (dri)

Tags

Terkini