JAKARTA, RIAUSATU.COM - Momentum Halal Bihalal Persatuan Masyarakat Riau Indonesia (PMRI) tahun ini, Rabu, 15 April 2026 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga panggung penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat Riau di perantauan dalam menghadapi tantangan ekonomi dan pembangunan.
Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Badan Penghubung Provinsi Riau Ridho Adriansyah menegaskan bahwa di tengah dinamika nasional dan global, kekuatan persatuan menjadi kunci utama menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Orang Riau itu harus kuat karena kebersamaan, dalam situasi yang penuh tantangan seperti saat ini, nilai persaudaraan dan gotong royong menjadi fondasi penting,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Riau, lanjutnya, terus berupaya menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Disisi lain, kebutuhan pembangunan terus meningkat, mulai dari infrastruktur, pelayanan publik, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
“Karena itu, APBD harus benar-benar memberikan dampak nyata, optimalisasi potensi daerah harus terwujud sehingga program-program prioritas yang menyentuh masyarakat tidak boleh terhenti dan harus tetap berlanjut” tambahnya.
Pemprov Riau juga terus mendorong penguatan struktur fiskal daerah melalui penajaman prioritas belanja daerah, peningkatan PAD serta pembukaan ruang kolaborasi dan inovasi pembiayaan pembangunan.
Dalam konteks tersebut, peran masyarakat Riau di perantauan dinilai semakin strategis. Tidak hanya sebagai penjaga marwah daerah, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mampu membuka jejaring, peluang investasi, serta pertukaran gagasan.
“Perantau Riau adalah kekuatan besar. Kami mengajak untuk bersama-sama mengambil peran, menjadi bagian dari solusi, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah,” lanjutnya.
Sementara itu, Ketua Umum PMRI Dr H Rusli Effendi, S.Pd.I, SE, M.Si menegaskan komitmennya untuk terus menjadi wadah strategis dalam menghimpun potensi masyarakat Riau di tingkat nasional.
Sejumlah program kerja yang dijalankan antara lain penguatan konsolidasi organisasi, pengembangan jejaring usaha dan investasi, promosi budaya Melayu Riau, serta penyusunan rekomendasi pemikiran strategis untuk pembangunan daerah.
"PMRI juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan generasi muda Riau di perantauan melalui penguatan kapasitas di bidang pendidikan, kewirausahaan, dan kepemimpinan seperti gerakan 1000 doktor/sarjana melalui program bapak angkat, gerakan pemuda berprestasi dan pemberdayaan perempuan," ungkap Rusli.