otonomi

Dana Proyek UFCSI Sungai Siak Bukan APBN Melainkan Loan JICA Jepang

Sabtu, 14 September 2024 | 16:15 WIB
Pengerjaan Proyek Urban Flood Control System Improvement (UFCSI) untuk Pengendalian Banjir Kota Pekanbaru senilai Rp89 miliar. (ft: ist)

 

PEKANBARU, RIAUSATU.COM - Proyek Urban Flood Control System Improvement (UFCSI) untuk Pengendalian Banjir Kota Pekanbaru senilai Rp89 miliar bukanlah bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Project Manager PT Minarta Dutahutama, Nalfican ST mengatakan, proyek ini dananya bersumber dari pinjaman (loan) JICA Jepang melalui Kementerian PUPR, di berikan ke BWS Sumatera III. Pemenang tender pengerjaan proyek ini adalah PT Minarta Dutahutama.

Proses pengerjaan proyek ini dimulai sejak 15 Januari 2024 lalu di Jalan Nelayan dekat Sungai Siak, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

"Adapun permasalahan pada sungai ini diantaranya adalah banjir, sedimentasi yang tinggi sehingga mengakibatkan kualitas air rendah. Kota Pekanbaru telah merencanakan kegiatan pengendalian banjir sebanyak 13 sektor di bantaran Sungai Siak sejak tahun 2011. Telah dibangun beberapa rumah pompa di sepanjang sungai namun belum efektif dalam penanganan banjir di daerah tersebut," kata Nalfican ST di Pekanbaru, Sabtu (14/9/2024).

Untuk itu, terangnya, perlu dilakukan sistem penanganan banjir yang terintegrasi, mulai dari rumah pompa, normalisasi sungai dan pelindungan tebing sungai untuk menekan tinggi muka air yang terjadi.

"Maka dari itu, BWS Sumatera III Pekanbaru akan melaksanakan peningkatan sistem pengendalian banjir Siak dengan mengganti pompa banjir lama, tepatnya pada Sektor III yaitu saluran Parit Belanda melalui pelaksanaan pekerjaan konstruksi UFCSI Pengendalian Banjir Kota Pekanbaru. Ini sebagai upaya penangan banjir di Kota Pekanbaru," jelasnya.

"Kepada masyarakat diminta untuk bersabar karena ini masih berproses dan juga nantinya akan sedikit mengganggu kenyamanan dan ketenangan dari masyarakat di sekitar lokasi proyek" imbuhnya. ***

 

Tags

Terkini