"Pada hari ini kita merayakan Riau Bhayangkara Run dengan tema 'Riau Melawan Karhutla'. Ini bukti nyata bahwa kita bersama-sama melawan kebakaran hutan dan lahan," katanya.
Tahun ini, Riau Bhayangkara Run diikuti sekitar 15.000 pelari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara. Sebanyak 2.511 peserta mengikuti kategori Half Marathon (21K), 5.000 peserta turun di kategori 10K, dan 7.569 peserta mengikuti kategori 5K.
Ada yang berbeda dibanding penyelenggaraan tahun sebelumnya. Setiap peserta memperoleh boneka anak gajah "Nona Seroja" yang membawa bibit pohon. Bibit tersebut diharapkan ditanam para peserta sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan warisan bagi generasi mendatang.
Mengusung tema "Run with Purpose, Move Forward with Riau", Riau Bhayangkara Run 2026 menjadi bagian dari implementasi konsep Green Policing yang digagas Polda Riau. Melalui pendekatan tersebut, penegakan hukum tidak hanya berorientasi pada perlindungan masyarakat, tetapi juga mendorong lahirnya kesadaran kolektif untuk menjaga hutan, mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta melestarikan habitat gajah dan harimau Sumatra.
Bagi Polda Riau, memadamkan kebakaran hutan hanyalah penyelesaian di hilir. Tantangan terbesar adalah membangun perubahan pola pikir masyarakat agar pelestarian lingkungan menjadi budaya bersama.
Melalui ribuan langkah para pelari di Riau Bhayangkara Run 2026, pesan itu kembali digaungkan: menjaga alam berarti menjaga masa depan, karena bumi bukanlah warisan yang bebas dihabiskan, melainkan titipan yang harus dirawat untuk generasi berikutnya. ***