“Sangat mengganggu itu, kenapa cuma di tengah, harusnya itu meding pendek tapi penuh daripada di tengah saja begitu, itu membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak terhadap kualitas jalan apabila pekerjaan tidak segera dilanjutkan.
“Pasti akan terpengaruh pada sambungan pengaspalan yang sudah dikerjakan, yakni sambungan tersebut berpotensi akan lubang kembali karena dia cepung yang bisa menyebabkan air tertinggal pada aspal yang tidak melengket di antara sambungan tersebut,” katanya.
Hingga saat ini, aktivitas pekerjaan di Jalan Andi Tendriadjeng masih belum kembali terlihat di lokasi.***