BUMN Bubar? Kiamat Industri Olahraga Mengintai!

photo author
Novrizon Burman, Riau Satu
- Rabu, 7 Februari 2024 | 16:49 WIB
Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB). (f: internet)
Ferry Paulus, Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB). (f: internet)

JAKARTA, RIAUSATU.COM – BUMN (Badan Usaha Milik Negara) menjadi koperasi dinilai bisa menjadi malapetaka bagi stabilitas ekosistem industri tanah air, khususnya industri olahraga.

Tak dapat dipungkiri, pesatnya perkembangan industri olahraga sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional, tak lepas dari kontribusi positif dari BUMN yang terlibat aktif dengan segala bentuk dukungannya.

"Sinergi harmonis antara pemerintah dan industri olahraga memang keniscayaan," ujar Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus, Rabu (7/2/2024).

Lantaran hal ini, sebutnya, menjadi simbiosis mutualisme dan menumbuhkan iklim yang sehat bagi perekonomian nasional.

Betapa tidak, bentuk dukungan melalui BUMN selama ini dilakukan dengan mengedepankan aspek profesional.

Bukan sekadar penghibahan dana dari pemerintah kepada cabang olahraga seperti upaya konvensional dahulu kala.

"Contoh nyata secara khusus, kita dapat cermati dengan apa yang terjadi di dunia sepakbola saat ini," beber Ferry. 

Dukungan luar biasa beberapa BUMN dalam pengembangan sepakbola profesional begitu nyata terlihat.

"Relasi yang terjadi adalah sebuah landscape di antara entitas bisnis korporasi," ungkapnya. 

Artinya, stakeholder sepakbola seperti Liga dan klub profesional dituntut bekerjasama dengan saling memberikan benefit secara proporsional dengan BUMN yang terlibat.

Hal ini men-trigger adanya kreativitas pelaku industri sepakbola untuk berada dalam track yang benar, karena B to B nya selalu berdasarkan prinsip industrialisasi.

Dan faktanya, kondisi ini juga berimbas kepada pertumbuhan sektor ekonomi lainnya seperti peningkatan UMKM dan berbagai level ekonomi daerah dan nasional lainnya. 

Bahkan, sektor olahraga prestasi seperti timnas pun sudah melangkah lebih maju, karena mirip seperti dalam relasi bisnis di kompetisi, dukungan BUMN jelas nyata pemerintah hadir bagi timnas dan PSSI tidak hanya sekadar bantuan atas perhatian secara sosial, namun juga memberikan feedback mutualisme kepada value BUMN itu sendiri seperti halnya simbiosis mutualisme di kompetisi.

"Jadi, pondasi yang dibangun atas kerjasama BUMN dan dunia olahraga, tidak hanya sepakbola, sepatutnya harus diteruskan bahkan ditingkatkan karena bentuknya sudah berbeda dengan era konvensional," nilai Ferry. 

Dia berpendapat, akan menjadi malapetaka jika sampai terjadi perubahan bentuk BUMN menjadi koperasi, karena prinsip secara kelembagaan koperasi mungkin akan baik bagi anggota, tapi secara lebih luas tentu akan mengganggu stabilitas ekonomi dan industri yang dibangun. ***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novrizon Burman

Tags

Rekomendasi

Terkini

Listrik di Riau Sudah Pulih 100 Persen

Senin, 25 Mei 2026 | 13:45 WIB
X