nasional

Komunikasi Strategis Qodari: Jelaskan Kopdes ke Masyarakat dengan Berbasis Data dan Aktual

Minggu, 5 Juli 2026 | 12:52 WIB
Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari. (f: Ist)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Muhammad Qodari mendapat mandat untuk memastikan narasi pemerintah pusat tersampaikan secara utuh, adaptif, dan berbasis data saat sampai ke masyarakat.

Saat ini, salah satu program pemerintah yang tengah jadi sorotan masyarakat adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih atau KDKMP.

Salah satunya mengenai viralnya unggahan di media sosial mengenai bangunan Kopdes Merah Putih yang banyak dinarasikan seperti swalayan yang akan tutup.

Qodari memastikan bahwa alur program Kopdes Merah Putih sudah sesuai dengan perencanaan dan meminta masyarakat untuk bersabar.

“Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka. Pertama, Koperasi Merah Putih sudah jalan, seperti beberapa program Presiden lainnya, program itu ada kategori transisi dan permanen,” ucap Qodari saat menjadi bintang tamu dalam sebuah acara pada 26 Juni 2026 lalu.

Pastikan Kopdes Merah Putih Berjalan di Tahapan Alurnya

Qodari lantas menceritakan tentang kunjungannya ke Padang, di mana KDKMP digunakan sebagai tempat untuk menampung produksi madu oleh masyarakat.

Lebih lanjut, madu milik warga tersebut bisa menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara untuk koperasi permanen yang sudah memiliki bangunan, Qodari mengungkapkan bahwa baru 1.061 koperasi yang diresmikan.

“Nah, menuju ke 40.000 sesuai proyeksi Menteri Koperasi di tahun 2026, itu masih berproses. Kalau bangunan udah jadi, itu ada tahapannya. Tahapannya tentu letak display, abis itu masuk barang. Jadi, tunggu tanggal mainnya,” sambungnya.

Qodari: Kopdes Merah Putih untuk Menghemat Pengeluaran dan Penyerapan Tenaga Kerja

Penegasan lain yang diungkap oleh Qodari adalah Kopdes Merah Putih ini menjadi salah satu program yang bisa membantu masyarakat untuk lebih hemat pengeluaran.

Qodari kemudian memberikan contoh gas LPG 3 kg dan MinyaKita yang banyak digunakan oleh masyarakat saat ini.

“Harga LPG di pasaran saat ini sekitar Rp20.000 per tabung ukuran 3 kilogram, di koperasi Rp16.000. MinyaKita biasanya di pasaran Rp21.000, di koperasi Rp15.700,” ungkap Qodari pada 10 Juni 2026 lalu.

Halaman:

Terkini