JAKARTA, RIAUSATU.COM - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan) menyebut angka kematian jemaah haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi telah ditekan sekitar 25 persen dari tahun 2025.
"Secara nasional, angka kematian jemaah pada penyelenggaraan haji 2026 berhasil ditekan sekitar 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya," ujar Gus Irfan dalam keterangan pers, Jumat (10/7/2026), dilansir kompas.com.
Terlebih lagi, tercatat ada 345 calon jemaah haji 2026 yang harus ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan.
"Ketidaklayakan kesehatan seharusnya sudah diketahui sejak pemeriksaan awal agar jemaah tidak mengalami kekecewaan ketika telah sampai di embarkasi," kata dia.
Menurut Menhaj, pemeriksaan kesehatan harus menghasilkan pemetaan risiko, bukan hanya kelengkapan administrasi.
"Kita ingin mengetahui sejak awal siapa yang memiliki risiko tinggi, intervensi apa yang harus dilakukan, dan bagaimana pendampingannya selama penyelenggaraan haji," katanya.
Ia berharap tahun depan tidak ada lagi jemaah yang baru diketahui tidak layak berangkat ketika sudah berada di asrama haji.
"Pemeriksaan harus dilakukan lebih awal, lebih akurat, dan benar-benar menggambarkan kondisi kesehatan calon jemaah," ujarnya.
Gus Irfan mengajak jajaran Kementerian Haji dan Umrah di daerah untuk memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan, puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan, dan rumah sakit rujukan.
"Pemeriksaan kesehatan harus mampu memetakan kondisi dan risiko jemaah sejak awal, bukan sekadar menjadi persyaratan administratif untuk keberangkatan," tegas dia.***