JAKARTA, RIAUSATU.COM - Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi sepakat memperketat sejumlah aturan pelaksanaan ibadah haji demi menjamin ibadah haji yang lebih aman, nyaman, dan tertib bagi jemaah Indonesia.
Hal ini disepakati dalam pertemuan antara Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Mekkah, Arab Saudi.
"Kami sepakat memperkuat kolaborasi dalam penyelenggaraan haji 1446 H, dengan fokus pada pengetatan istithaah kesehatan, validasi data jemaah, dan efisiensi operasional haji," ujar Dahnil dalam keterangan pers, Rabu (22/10/2025), dilansir kompas.com.
Dahnil mengungkapkan, salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah pengetatan syarat kesehatan calon jemaah haji yang dapat diberangkatkan ke Tanah Suci.
Ia menyebutkan, hanya jemaah haji Indonesia yang memenuhi kriteria istithaah atau mampu secara fisik untuk menjalankan haji yang diperbolehkan untuk berangkat.
"Hanya jemaah yang memenuhi syarat istithaah kesehatan yang akan diberangkatkan, dengan dukungan manasik kesehatan agar jemaah tetap bugar sebelum dan selama menunaikan ibadah haji," ucap Dahnil.
Dahnil juga menyoroti pentingnya data yang akurat dan terintegrasi agar tidak terjadi kekacauan logistik pada penyelenggaraan haji ke depannya.
"Pemeriksaan istithaah dilakukan ketat dan sesuai prosedur. Semua data jemaah, akomodasi, penerbangan, dan transportasi harus tervalidasi sebelum keberangkatan," kata Dahnil. "Ini kunci penyelenggaraan yang tertib dan profesional," imbuh dia.
Selain penguatan standar istithaah kesehatan dan penyempurnaan sistem validasi data jemaah, pertemuan tersebut juga membahas rencana pembangunan Kampung Haji Indonesia sebagai pusat operasional dan ekosistem ekonomi haji-umrah di masa depan.
Sementara itu, Wamenhaj Arab Saudi Abdulfattah bin Sulaiman Mashat menegaskan kesiapan pihaknya untuk memperluas penerapan skema tanazul dan murur guna mengurangi kepadatan di Mina.
"Perencanaan tanazul dan murur akan dilakukan lebih awal dan lebih luas untuk meningkatkan kenyamanan jemaah, termasuk penempatan strategis di wilayah Raudhah dan Syisyah," ujar Abdulfattah.
Pertemuan ini melanjutkan diplomasi tingkat tinggi antara kedua negara setelah sebelumnya Menteri Haji RI Gus Irfan bertemu Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Al-Rabiah.
Hal ini dilakukan sebagai upaya mewujudkan penyelenggaraan haji yang sejalan dengan amanah Presiden dan Undang-Undang dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah Indonesia.***