ekonomi

Ketahanan Pangan Nasional Harus Bertumpu pada Kekuatan Petani Lokal dan Agripreneurship

Kamis, 16 Juli 2026 | 21:27 WIB
Ketua Dewan Pengawas BPP PISPI, Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha. (f: Ist)

 

JAKARTA, RIAUSATU.COM – Keberhasilan program ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh apabila seluruh kebijakan pemerintah didukung dengan penguatan petani lokal sebagai pelaku utama produksi pangan.

Demikian dikatakan Ketua Dewan Pengawas Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (BPP PISPI), Prof. Dr. Achmad Tjachja Nugraha.

Menurutnya, petani lokal tidak hanya harus mampu meningkatkan produksi, tetapi juga perlu didorong menjadi agripreneur yang memiliki orientasi bisnis, mampu berinovasi, memanfaatkan teknologi, serta memiliki daya saing yang kuat sehingga mampu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan kesejahteraan petani.

Menurut Prof. Achmad Tjachja Nugraha dalam MUNAS ke IV Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia, arah kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan merupakan langkah strategis yang harus terus diperkuat melalui sinergi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, dan masyarakat.

Ia menilai petani lokal merupakan ujung tombak yang menentukan keberhasilan pembangunan sektor pertanian secara berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa peningkatan produktivitas pertanian tidak cukup hanya melalui perluasan lahan.

Upaya tersebut harus disertai dengan penerapan teknologi modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kemudahan akses permodalan, kepastian pasar, penguatan kelembagaan petani, serta pengembangan sistem distribusi yang efisien.

Menurutnya, paradigma petani Indonesia juga harus terus berkembang. Petani masa kini tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga harus menjadi agripreneur, yakni pelaku usaha pertanian yang memiliki orientasi bisnis, mampu membaca peluang pasar, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, serta memanfaatkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan.

"Ketahanan pangan yang kuat harus dibangun dari desa. Ketika petani lokal semakin sejahtera, produksi meningkat, distribusi berjalan baik, dan harga tetap stabil, maka Indonesia akan semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangannya," ujarnya.

Prof. Achmad juga mengapresiasi berbagai capaian pemerintah dalam memperkuat sektor pangan melalui peningkatan produksi, pembangunan infrastruktur pertanian, pengembangan irigasi, hilirisasi hasil pertanian, serta berbagai program yang berpihak pada kesejahteraan petani.

Menurutnya, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan mandiri di bidang pangan.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan harus terus dijaga melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Dengan demikian, hasil produksi petani lokal dapat terserap secara optimal, memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebagai organisasi yang menghimpun para sarjana pertanian Indonesia, Badan Pimpinan Pusat Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (PISPI) menyatakan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah melalui penguatan riset, pendampingan kepada petani, pengembangan inovasi pertanian, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta mendorong lahirnya generasi agripreneur yang tangguh, inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan berdaya saing global.

Halaman:

Tags

Terkini

Kemenaker Buka Program Magang Nasional 2026

Kamis, 16 Juli 2026 | 18:50 WIB

Magang Nasional 2026 Resmi Dibuka Hari Ini

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:48 WIB

Terbuka Lowongan Kerja PELNI Services 2026

Jumat, 10 Juli 2026 | 13:30 WIB