ekonomi

Tender Limbah B3 Rp2,1 Triliun Blok Rokan Akhirnya Disetujui SKK Migas

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:04 WIB
Eka Bhayu Setta, Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas. (f: istimewa)

JAKARTA, RIAUSATU.COM — Setelah sempat tertahan lebih dari tiga bulan dan menjadi sorotan publik, proses persetujuan tender pemulihan TTM (tanah terkontaminasi minyak) limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) Paket C di Blok Rokan senilai Rp2,1 triliun akhirnya dipastikan rampung di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Kepastian itu disampaikan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, kepada riausatu.com melalui pesan WhatsApp, pada Ahad sore, 10 Mei 2026.

“Sudah saya cek bahwa review atas usulan pemenang tender jasa pengelolaan limbah TTM telah selesai dilakukan, dan insyaAllah Senin (11/5/2026) akan dikeluarkan persetujuannya dari SKK Migas,” tulis Eka. 

Tender pemulihan limbah B3 Paket C tersebut merupakan bagian dari penanganan limbah warisan operasi Chevron di wilayah kerja Blok Rokan.

Nilai proyek yang mencapai sekitar Rp2,1 triliun membuat proses pengadaannya menjadi perhatian sejumlah kalangan, terutama karena berkaitan dengan aspek lingkungan hidup dan tata kelola sektor hulu migas.

BERITA TERKAIT:

https://www.riausatu.com/kolom/42917102513/skk-migas-diduga-perlambat-pemulihan-limbah-b3-warisan-chevron-di-blok-rokan

Sikap Eka Bahyu Setta sebagai Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas merespons konfirmasi wartawan ini berbanding terbalik dengan sikap Ari Stefano, Koordinator Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa KKKS I SKK Migas.

Dikonfirmasi sejak Jumat pagi, 8 Mei 2026, Ari Stefano yang juga Ketua IMBI (Ikatan Motor Besar Indonesia) Pengda Jakarta tersebut, tidak merespons upaya konfirmasi sampai berita ini di-posting.

Di tengah besarnya perhatian terhadap tata kelola sektor migas nasional, lambannya pemulihan limbah B3 di Blok Rokan menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan tidak berhenti ketika produksi minyak tetap berjalan.

Warisan ekologis dari eksploitasi puluhan tahun justru menuntut penyelesaian yang lebih cepat, transparan, dan bertanggung jawab. ***

Tags

Terkini