riau

Hot Spot Melonjak di Riau, Irjen Herry: Lawan Karhutla dengan Green Policing

Jumat, 27 Maret 2026 | 16:30 WIB

Meski berbagai upaya dilakukan, tantangan lain muncul dari sisi persepsi publik.

Di media arus utama, respons pemerintah terlihat positif. Namun di media sosial, sentimen negatif cukup tinggi, bahkan mencapai lebih dari 40 persen di beberapa platform.

Kesenjangan ini menunjukkan bahwa masyarakat belum sepenuhnya percaya bahwa penanganan karhutla berjalan efektif.

Green policing diharapkan tidak hanya menjadi strategi lapangan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik melalui transparansi dan aksi nyata.

Menuju Puncak Krisis atau Titik Balik?

Dengan musim kemarau yang diprediksi mencapai puncaknya pada Agustus, waktu menjadi faktor krusial.

Jika tidak ada perubahan signifikan, luas kebakaran berpotensi melonjak hingga lebih dari 15.000 hektare, membuka kembali ancaman kabut asap lintas negara.

Namun jika green policing berjalan efektif (dengan penegakan hukum tegas dan kolaborasi luas) Riau berpeluang keluar dari siklus karhutla tahunan.

Irjen Herry menegaskan, momentum ini tidak boleh disia-siakan.

"Ini saatnya kita ubah cara kita menangani karhutla. Tidak cukup reaktif, harus preventif dan berkelanjutan. Green policing adalah langkah menuju itu," pungkasnya. ***

 

Halaman:

Tags

Terkini