Pemukiman Warga Terendam, Dua Jembatan Putus

photo author
Administrator, Riau Satu
- Sabtu, 17 Februari 2018 | 23:37 WIB

PEKALONGAN,RIAUSATU.COM-Hujan lebat yang berlangsung pada Kamis (15/2/2018) dari siang hingga malam, menyebabkan banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah.

Hingga malam, petugas BPBD bersama TNI, Polri, Basarnas, SKPD, PMI, Tagana, relawan dan masyarakat membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyebutkan, data sementara yang dihimpun BPBD Kabupaten Pekalongan, terdapat 2 jembatan putus total dan ribuan rumah terdampak banjir. Tidak ada korban jiwa akibat banjir. 

"Beberapa kerusakan akibat banjir adalah jembatan Kalikeruh yang menghubungkan Desa Luragung Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan dengan Desa Medayu Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang putus total," ujar Sutopo dalam pesan Whatsapp, Jumat (16/2/2018).

Sambung Sutopo, jembatan yang dibangun 2003 silam oleh DPU Kabupaten Pekalongan terkena longsor dan putus sehingga tidak dapat dilalui pada Kamis (15/2/2018) pukul 17.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Jembatan Kali Asahan di Desa Bubak Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan juga putus. Jembatan dengan panjang 8 meter dan lebar 4 meter terkena longsor dan putus total.

"Selain itu, jalan Raya Kandangserang di Desa Kendangserang, Kecamatan Kandangserang  longsor sepanjang 16 meter, lebar 3 meter dan kedalaman 2 meter. Mobil dan motor masih dapat melalui namun satu lajur. Tebing longsor menimpa Jalan Raya Karanganyar Lebakbarang di Desa Bantarkulon Kecamatan Lebakbarang. Lalu lintas macet total karena material longsor menutup jalan," urainya.

Banjir melanda beberapa wilayah seperti di Desa Lambanggelun Kecamatan Paninggaran, sambung Sutopo, pada Sabtu dini hari sudah surut. Banjir di Desa Pacar Kecamatan Tirto limpasan Sungai Sengkarang tinggi air 30 hingga 40 centimeter.

"Banjir melanda di 10 desa di Kecamatan Tirto, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Siwalan ketinggian air 30 hingga 50 centimeter. BPBD bersama TNI, Polri, DPU, Camat, Kades, Dishub, relawan dan masyarakat melakukan kerjabakti untuk penanganan banjir dan longsor," terangnya.(fat)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X