peristiwa

Ribuan Lampion Semarakkan Imlek 2018

Jumat, 2 Februari 2018 | 16:33 WIB

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Lampion, identik dengan warna merah bisa digunakan sebagai alat penerang di kala kegelapan. Selain lampion merah, ternyata ada juga lampion putih.

Pada saat malam hari, di Jalan Karet kota Pekanbaru itu berubah selama sebulan diterangi ribuan cahaya dari lampion merah.

Ketika dilihat langsung, memang, lampion merah menarik cahayanya dan pas bagi yang suka selfie.

Ketua Panitia Perayaan Imlek Bersama 2569/2018, Widjadi Nauli Basa kepada wartawan menjelaskan, ribuan lampion yang dipasang di jalan Karet tersebut untuk kemeriahan dalam perayaan Imlek tahun ini.

"Untuk panitia Imlek Bersama tahun ini dari Marga Huang Pekanbaru. Karena setiap tahunnya itu panitia Imlek Bersama bergantian," ujar Widjadi, Kamis malam (1/2/2018) di jalan Karet, Pekanbaru.

Selain itu juga, sambungnya, lampion memiliki arti tersendiri bagi kalangan Tionghoa.

"Kalau merah artinya suka cita kebahagiaan dan kebersamaan. Bulat itu secara utuh. Kalau putih artinya berduka," jelasnya.

Masih dikatakan Widjadi, lampu lampion tahun ini berjumlah 1088 buah yang menyala selama 1 bulan dengan memiliki bola lampu 3 watt.

"Tahun kemarin sama jumlahnya dengan tahun ini. Jadi tidak ada perubahan," katanya.

Untuk Tema yang diusung tahun ini, disampaikan Widjadi, Dengan Semangat Bhinneka Tunggal Ika Kita Bangun NKRI Yang Sejahtera dan Harmonis.

"Ada beberapa rangkaian kegiatan Imlek tahun ini. Dan juga kami akan menghadirkan artis dari Jakarta yakni Huang Jia Mei," ungkapnya.

Jadi, katanya lagi, di hari pertama Imlek, kami melakukan kunjungan ke rumah keluarga. Dan di hari ketiganya itu namanya Chue Sa artinya kami semua berkumpul.

Turut hadir Wakil Ketua Panitia Perayaan Imlek Bersama 2569/2018 Ny Mariyana yang juga Ketua Ikatan Keluarga Tionghoa Pekanbaru, Humas PSMTI Riau Ket Tjing, Ketua PITI Riau Jailani Tan.(fat)

Terkini