42 Anak Yatim Dapat Santunan dari Masjid An-Najah

photo author
Fatahilah, Riau Satu
- Jumat, 7 April 2023 | 19:58 WIB
Anak yatim berfoto bersama dengan Pengurus Masjid An-Najah Pekanbaru (riausatu.com)
Anak yatim berfoto bersama dengan Pengurus Masjid An-Najah Pekanbaru (riausatu.com)

PEKANBARU,RIAUSATU.COM-Setiap tahunnya, Pengurus Masjid An-Najah jalan Sakuntala Kelurahan Tangkerang Utara kecamatan Bukitraya Pekanbaru memberikan santunan kepada anak yatim.

Kali ini, Jum'at (7/4/2023), pengurus Masjid An-Najah memberikan santunan sebanyak 42 anak yatim.

Ketua Panitia Ramadan 1444 H, Sariono kepada riausatu.com menjelaskan, hari ini di Masjid An-Najah ada 3 kegiatan diantaranya Berbuka puasa bersama, Pemberian santunan kepada anak yatim dan peringatan Nuzulul Qur'an.

"Untuk kegiatan buka puasa bersama tadi, Alhamdulillah dihadiri banyak masyarakat ataupun jamaah Masjid kita ini dan juga dikunjungi wakil ketua DPRD bapak Agung Nugroho, tokoh masyarakat. Dan saya sebagai ketua panitia Ramadan ini mengucap terima kasih banyak, karena begitu antusiasnya masyarakat untuk menghadiri acara kita ini," ujar Sariono.

Tujuan berbuka puasa ini, urai Sariono, untuk lebih meningkatkan silaturahmi dan keakraban bersama.

Untuk kegiatan Nuzulul Qur'an, dijelaskan Sariono, bertujuan pentingnya lebih memperbanyak membaca Al-Qur'an untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Masjid An-Najah yang berdiri lebih setengah abad ini sedang mengembangkan membangun rumah Gharim dan rumah Imam. Dan kami harapkan kepada jamaah untuk dapat sekiranya memberikan donasi atau sebagian rezekinya," kata Sariono.

Sedangkan untuk kegiatan remaja masjid An-Najah ini, sambungnya, diharapkan dapat menjadi penerus kami. Dan kami terus akan membimbing remaja masjid.

"Kegiatan remaja masjid kami ini nantinya akan dilakukan pelatihan-pelatihan dengan remaja masjid lainnya sekaligus saling meningkatkan tali silaturahim dan tukar pikiran," jelasnya.

Salah seorang penerima santunan anak yatim, Khalishah (16 tahun) mengaku masih sekolah di SMK Negeri 1 Pekanbaru.

Khalishah mengaku sudah ditinggalkan kedua orang tuanya sejak 2017 dan 2020.

"Mama meninggal dunia tahun 2017. Dan PP meninggal dunia tahun 2020. Saya tinggal dengan nenek dan adik saya," kata Khalishah yang domisili masih sekitar lingkungan masjid An-Najah.

Bagi Khalishah, uag santunan yangbia dapatkan dari Masjid An-Najah tersebut dipergunakan untuk kebutuhan pendidikannya sekaligus biaya kebutuhan sehari-hari.

"Alhamdulillah, saya dapat santunan yang meringankan beban saya sehari-hari. bisa saya. Terima kasih kepada bapak pengurus masjid An-Najah yang telah peduli membantu kami," kata Khalishah.(ift)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Fatahilah

Rekomendasi

Terkini

X