LYON, RIAUSATU.COM-Kevin de Bruyne dan Romelu Lukaku tampil mengecewakan saat Belgia kalah dari Italia. Bagaimana penilaian pelatih Belgia Marc Wilmots mengenai performa mereka?
Dalam pertandingan di Parc Olympique Lyonnais, Lyon, Selasa (14/6/2016) dinihari WIB, Italia menang 2-0 atas Belgia berkat gol-gol dari Emanuele Giaccherini dan Graziano Pellè.
''Sulit untuk dikatakan,'' kata Wilmots mengenai hasil pertandingan seperti dikutip Sky Sports, sebagaimana dilansir detikSport.
''Di babak pertama kami kurang menyebar, lalu kami kebobolan gol pertama dari sebuah umpan lambung panjang, itu jelas kesalahan individu. Ada kesalahan komunikasi di gol pembuka mereka, yang tidak boleh terjadi di level seperti ini,'' sebutnya.
Menghadapi solidnya pertahanan Italia, sejumlah pemain Belgia juga tak kuasa mencetak gol balasan dan malah kebobolan gol kedua menjelang berakhirnya laga. Secara khusus performa De Bruyne dan Lukaku pun disoroti, meski Wilmots enggan menyalahkan siapa-siapa.
''De Bruyne dan Lukaku tidak menjalani malam yang bagus tapi saya tak mau mengkritik pemain-pemain secara individual,'' sebutnya.
Lukaku, yang bermain untuk klub Everton, dipasang selama 73 menit. Whoscored mencatat ia melepaskan 2 tembakan yang 1 di antaranya on target, juga membuat 2 operan dengan tingkat akurasi 66,7%.
De Bruyne, yang di musim 2015-16 tampil impresif dengan Manchester City, juga kesulitan menemukan performa terbaik. Dari catatan Whoscored ia melepaskan 37 operan dengan akurasi 67,6%, mengirim 9 umpan silang yang cuma sukses 3 saja, dan melepaskan 3 tembakan yang seluruhnya tidak menuju target. Pun begitu Wilmots menegaskan masih akan terus memberinya kepercayaan.
''Apa ia lelah setelah musim yang panjang? Mungkin, tapi saya takkan mencacinya. Sebelum ini ia sudah menjadi pemain yang penting buat kami dan saya tadi terus memasangnya karena ia acapkali membuat assist,'' sebutnya. (dri)