Kamis, 02 / Desember / 2021
Senin, 29 November 2021 - 22:26 WIB
Ipda Toriq Pimpin Pencarian Korban Tenggelam
Senin, 29 November 2021 - 22:17 WIB
Kapolda Riau Terima Penghargaan
APKASINDO Puji Kemitraan Strategis Setara Petani Sawit Model Sinarmas

| EKONOMI
Minggu, 07 November 2021 - 15:23:41 WIB
Peserta Gathering Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Pola Kemitraan Strategis Sinarmas, Sabtu (6/11/2021), foto bersama.
TERKAIT:
PEKANBARU, RIAUSATU.COM – Sinarmas melalui unit usaha Agribisnis Perkebunan Kelapa Sawit, Sabtu (6/11/2021), kembali melaksanakan gebrakan untuk percepatan PSR melalui Gathering Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) Pola Kemitraan Strategis. Sebelumnya, dilaksanakan di Kalimantan Selatan.

Pada Gathering PSR di Riau yang diadakan dari pagi sampai malam di Hotel Bono Pekanbaru kali ini, menghadirkan 22 KUD, dengan rincian 18 KUD Plasma dan 4 Koperasi Swadaya Mitra Strategis Sinarmas, terkhusus dari Kabupaten Kampar dan sekitarnya.

Tampak hadir Manajemen BRI Wilayah Riau selaku Bank Mitra dari Prog PSR Sinarmas untuk Wilayah Kampar, yang diwakili oleh Vice Presiden BRI Marfis Antonius.

HY Sihotang, Plasma Controler Perkebunan Sinarmas Group Wilayah Riau menyampaikan, Sinarmas telah menjadikan konsep Mitra Strategis untuk Plasma-Plasma di bawah naungan Sinarmas.

"Ini menandakan komitmen yang tinggi dari Sinarmas sebagaimana diamanahkan oleh PP-UUCK tentang Kemitraan Plasma," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa Sinarmas juga merangkul Petani Swadaya untuk bermitra. "Jadi tidak tertutup hanya kepada Plasma, tapi masyarakat petani di sekitar unit usaha perkebunan Sinarmas juga kita rangkul supaya bermitra dengan Sinarmas."

Ke depan dia berharap semakin bertambah kebun-kebun petani swadaya menjadi mitra strategis Sinarmas. "Kami berharap untuk itu, biar cepat naik produktivitasnya sesuai tagline Plasma Strategis kami #lebih cepat gabung, lebih cepat untung," sebut Sihotang.

PSR adalah harapan Indonesia untuk meningkatkan produktivitas Sawit Masyarakat, dan Sinarmas dengan sekuat tenaga mendukung tujuan tersebut.

"Buktinya, petani sawit yang tidak mendapatkan dana PSR dari BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) kita  bantu melalui tanggungan biaya hidup selama sawitnya di-replanting (belum menghasilkan)," ungkapnya.

Menariknya, baik untuk Plasma yang sudah ada maupun Plasma yang baru bergabung, khusus untuk jaminan ke Bank BRI, petani tidak usah repot-repot dengan BI-Checking, karena Sinarmas yang langsung menjaminkan diri untuk Plasma-nya.

"Ini kami lakukan karena melihat kendala petani swadaya khususnya, ketika berurusan dengan bank pasti terkendala di BI-Checking," beber Sihotang.

Vice President BRI Wilayah Riau, Marfis Antonius mengucapkan terima kasih kepada Sinarmas Agribusiness Food atas kepercayaannya menjadikan BRI sebagai Bank Mitra Plasma, terutama di Kabupatan Kampar; dan berharap kerjasama ini semakin dikembangkan dalam berbagai pola kerjasama.

"Dan kepada APKASINDO, kami menginginkan jalinan komunikasi, terkhusus kepada petani sawit anggota APKASINDO yang ingin melaksanakan PSR supaya menjadikan BRI sebagai Bank Mitra, apalagi BRI sudah hadir di 12 Kabupaten Kota di Riau," tutur Marfis.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum DPP APKASINDO (Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia) Dr. Ir. Gulat Manurung, MP.,C.APO, mengucapkan terima kasih atas inisiasi Sinarmas dalam merangkul Plasma-Plasmanya, terutama Petani Swadaya yang telah menggabungkan diri menjadi Mitra Strategis Sinarmas.

"Kehadiran lima Koperasi Petani Swadaya dalam bagian Mitra Strategis Sinarmas merupakan terobosan yang luar biasa, dan akan kami jadikan rolemodel Pola Kemitraan Sawit ke depannya," katanya.

Dia melihat konsep Kemitraan Strategis ini sudah memenuhi kriteria Konsep Kemitraan Setara, sebagaimana konsep yang ditawarkan oleh DPP APKASINDO kepada korporasi sawit.

Menurutnya, keberhasilan APKASINDO sudah mempunyai jejak, seperti Kemitraan Setara antara Koperasi Gajahmada dengan Sinarmas di Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan.

Tentu tidak sulit mewujudkan konsep Kemitraan Setara di wilayah Riau, karena sebut Gulat, sudah ada jejak keberhasilannya.

Riau ini sangat unik, karena dari 4,072 juta hektare kebun sawit di Riau, 68 persen dikelola oleh petani, oleh karena itu kemitraan setara dengan korporasi adalah solusi jitu untuk percepatan PSR dan peningkatan produktivitas.

"Saya berharap, korporasi sawit lainnya di 22 DPW Provinsi Perwakilan APKSINDO, bisa mengikuti jejak Sinarmas ini," pinta Gulat.

Terus terang dia sangat kagum dengan strategi Sinarmas merangkul Petani swadaya, apalagi konsep talangan biaya hidup selama tanaman sawit belum menghasilkan dan jaminan ke Bank Mitra.

"Sinarmas sangat memahami kesulitan Petani Swadaya dalam me-replanting sawitnya, dan ini patut ditiorporasi sawit lainnya," pungkas Gulat. (rs1)

DIBACA : 173 KLIK

Kami menerima tulisan mengenai informasi yang bernilai berita
Silahkan SMS ke 081371554444 atau Email: redaksi.riausatu@gmail.com
Lengkapi data diri secara lengkap.

 
Index

Konten SPORT | POLITIK | HUKRIM | OTONOMI | NASIONAL | PERISTIWA | IPTEK | EKONOMI | OTOMOTIF | JENDELA | ADVERTORIAL | ROHIL | INHIL |
RIAU | DPRD PROV. RIAU
Management TENTANG KAMI | REDAKSI | PEDOMAN MEDIA SIBER | INFO IKLAN | DISCLAIMER | INDEX
Copyright © 2014 RiauSatu.Com, All Rights Reserved